Saksi Sebut Kuota Haji Tambahan Usulan Yaqut, Pengacara Singgung Pertemuan Jokowi di Arab Saudi Tanpa Menag

AKURAT.CO Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kementerian Agama, Jaja Jaelani, menyebut tambahan 20.000 kuota haji untuk Indonesia pada 2024 bermula dari usulan Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keterangan itu kemudian dicecar tim penasihat hukum Yaqut dengan menyinggung pertemuan Jokowi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi pada Oktober 2023. Dalam kunjungan tersebut, Yaqut disebut tidak ikut mendampingi Presiden.
Hal itu terungkap saat Jaja bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Baca Juga: Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kemenag Akui Kembalikan Lima Ribu Dolar ke KPK
Kuasa hukum Yaqut, Mellisa Anggraini, awalnya mempertanyakan siapa yang meminta tambahan kuota haji kepada Arab Saudi. Jaja semula menjawab Indonesia, kemudian menyebut Menteri Agama.
Mellisa lantas mengonfrontasi jawaban tersebut dengan keterangan Jaja dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut Presiden.
"Tahun 2024? Bukan pak Presiden seperti BAP-nya saksi?" tanya Mellisa.
"Pak Presiden yang meminta atas usul dari Menteri Agama," jawab Jaja.
Jaja kemudian memperjelas keterangannya. Menurut dia, usulan Menteri Agama disampaikan kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada Arab Saudi.
Namun ketika ditanya dari mana mengetahui tambahan 20.000 kuota tersebut berasal dari usulan Menteri Agama, Jaja menyebut informasi yang diketahuinya berasal dari pemberitaan atau media sosial saat kunjungan Presiden ke Arab Saudi.
Mellisa kemudian menggali siapa saja yang mendampingi Jokowi ketika tambahan kuota tersebut diperoleh. Jaja membenarkan Yaqut tidak ikut dalam kunjungan tersebut.
"Baik. Menteri Agama ikut enggak pak waktu itu?" tanya Mellisa.
"Tidak ikut," jawab Jaja.
Jaja mengaku tidak mengetahui alasan Yaqut tidak ikut dalam kunjungan tersebut. Menurut keterangannya, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Dito Ariotedjo, menjadi salah satu pejabat yang hadir dalam rangkaian kunjungan Jokowi ke Arab Saudi.
Mellisa kemudian menyinggung hubungan keluarga Dito dengan pemilik Maktour sekaligus Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), Fuad Hasan Masyhur. Namun, Jaja mengaku pada awalnya tidak mengetahui hubungan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







