Akurat Logo

Dito Ariotedjo Lega Usai Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji: Sekarang Clear

Saeful Anwar | 10 September 2026, 22:13 WIB
Dito Ariotedjo Lega Usai Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji: Sekarang Clear
Mantan Menpora, Dito Ariotedjo, memberi kesaksian dalam sidang kasus korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9/2026). - Foto: Akurat.co/Saeful Anwar

AKURAT.CO Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, mengaku lega setelah memberikan kesaksian secara terbuka dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024.

Dia mengatakan telah menunggu hampir satu tahun untuk dapat menjelaskan secara terbuka mengenai pemeriksaannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk alasan dirinya ikut mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Arab Saudi pada 2023.

"Dari saksi di sidang ya. Hampir setahun nunggunya, alhamdulillah hari ini saya sudah tenang di sidang jadinya. Karena kalau di pemeriksaan KPK kan kami tidak bisa menyuarakan dan didengar oleh banyak orang, sekarang di sidang sudah kami jelaskan dan terbuka untuk umum," kata Dito usai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Saksi Tegaskan Skema 50-50 Kuota Haji Tambahan Kebijakan Gus Yaqut

Menurutnya, kesaksiannya di persidangan sekaligus memperjelas maksud dan konteks keterangannya saat diperiksa penyidik KPK.

"Jadi clear lah maksud dan tujuan waktu saya diperiksa di KPK dan kenapa saya ikut mendampingi Bapak Presiden ke Arab Saudi. Jadi ya semoga ini bisa membantu dari proses persidangan dan pembuktian," ujarnya.

Kunjungannya bersama Jokowi ke Arab Saudi menghasilkan tambahan kuota, menurutnya memberikan manfaat bagi jemaah Indonesia. Namun, dia menyayangkan apabila dalam pelaksanaannya kemudian ditemukan penyimpangan.

"Prinsipnya saya yakin kunjungan bersama Pak Jokowi ini menghasilkan kuota tambahan yang baik untuk umat, ya tapi kita sedih juga kalau memang ada salah-salah," katanya.

Dalam persidangan, Dito juga menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak Kerajaan Arab Saudi saat itu tidak membahas jumlah maupun pembagian kuota haji tambahan. Pembahasan teknis, baru dilakukan dalam pertemuan lanjutan bersama Kementerian Agama.

"Tidak dibahas. Itu kan karena tidak ada Menteri Agama, itu akan dilanjutkan rapat selanjutnya bersama Kementerian Agama setahu saya. Karena pas pertemuan dengan Raja Arab itu tidak ada pembahasan jumlah maupun pembagian," jelas Dito.

Baca Juga: Gus Yaqut Seret Nama Prabowo di Sidang Korupsi Kuota Haji

Selain itu, dia turut menanggapi pengumuman Jokowi mengenai tambahan sedikitnya 20 ribu kuota haji, meski angka tersebut disebut belum dibicarakan dalam pertemuan sebelumnya. Menurut dia, pengumuman tersebut dilakukan setelah adanya pembahasan lanjutan.

"Iya, di setahu saya pidato itu dibuat setelah ada rapat lanjutan. Itu kan 12 jam atau sehari setelah makan siang itu terjadi," katanya.

Dito juga membantah adanya lobi dari Fuad Hasan Masyhur kepada dirinya terkait penambahan maupun pembagian kuota haji. Fuad diketahui merupakan ayah dari istri Dito.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.