Stafsus Yaqut Bernama Wibowo Bantah Ditawari Kuota Haji, tapi Namanya Muncul di Tabel 56 Jemaah

AKURAT.CO Nama Wibowo Prasetyo alias Gus Bowo, Staf Khusus Menteri Agama pada era Yaqut Cholil Qoumas, muncul dalam rangkaian pemeriksaan terkait pembagian kuota haji tambahan 2024.
Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Wibowo mengaku beberapa kali mengikuti rapat yang membahas kebijakan umum penentuan dan pengisian kuota haji 2023–2024.
Rapat tersebut di antaranya dipimpin Yaqut, mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, serta sejumlah pejabat Ditjen PHU.
Menurut Wibowo, pembahasan tambahan kuota haji 2024 muncul setelah pemerintah memperoleh informasi mengenai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pihak Arab Saudi.
“Dalam forum-forum tersebut, dibahas dengan adanya penambahan kuota setelah ada informasi pertemuan Presiden RI dengan Pangeran Arab Saudi, maka perlu diatensi untuk menyuksesan kegiatan haji, langkah yang harus diambil dan mitigasinya seperti apa,” kata Wibowo dalam BAP.
Wibowo mengaku mengetahui adanya tambahan kuota sebanyak 20.000 jemaah pada 2024. Dengan tambahan tersebut, kuota haji Indonesia bertambah dari 221.000 menjadi 241.000 jemaah.
Dalam pemeriksaannya, Wibowo juga mengungkap pembahasan mengenai komposisi pembagian kuota tambahan antara jemaah haji reguler dan haji khusus.
Ia mengaku pernah mendengar komposisi 98:2 persen untuk kuota haji reguler dan haji khusus. Namun, dalam pembahasan tambahan kuota haji 2024 kemudian muncul skema 50:50.
“Untuk di tahun 2023 juga ada tambahan kuota, jumlah tepatnya saya lupa. Terkait dengan persentase pengisian kuota, saya juga pernah mendengar dalam rapat-rapat bahwa ada persentase 98:2 persen antara porsi haji reguler dan porsi haji khusus yang kemudian ada pembahasan persentase 50:50 persen yang kemudian ditetapkan dalam pengisian kuota tambahan haji Tahun 2024,” ujar Wibowo.
Menurut Wibowo, faktor kepadatan menjadi salah satu pertimbangan yang dibahas dalam rapat terkait perubahan komposisi tersebut.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti masukan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex mengenai skema 50:50. Wibowo juga menyatakan tidak memberikan masukan terkait pembagian tersebut.
Meski mengetahui adanya pembahasan kuota tambahan, Wibowo membantah pernah mendapat tawaran kuota haji khusus tambahan dari Yaqut, Gus Alex, maupun pihak lainnya.
“Sdr. Yaqut Cholil Qoumas dan/atau Sdr. Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dan/atau pihak lainnya tidak pernah menawarkan kuota tambahan haji khusus Tahun 2024 kepada saya,” kata Wibowo dalam BAP.
Ia juga menyatakan tidak pernah mengajukan nama jemaah untuk mengisi kuota tambahan haji khusus tersebut.
Namun, Wibowo mengaku pernah dihubungi pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang menanyakan informasi mengenai tambahan kuota.
Pihak tersebut disebut bernama Adam Fakih Mukodam dari PIHK Air Marinda. Wibowo mengaku pernah bertemu Adam di Hotel Borobudur dan menyampaikan bahwa memang terdapat tambahan kuota haji khusus 2024.
Setelah pertemuan itu, Wibowo mengarahkan Adam untuk berkoordinasi dengan M. Agus Syafi dari Ditjen PHU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







