KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kali ini, penyidik menggeledah Kantor PT Bela Parahiyangan Investindo di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/9/2026).
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), serta dugaan penerimaan lain terkait urusan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, PT Bela Parahiyangan Investindo menjadi pihak swasta yang turut digeledah penyidik dalam perkara tersebut.
"Penyidik juga kembali melakukan penggeledahan di salah satu pihak swasta, yaitu pihak Bela Parahiyangan," jelas Budi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (29/9/2026) malam.
Baca Juga: KPK Dalami Peran Dua Dirjen ATR/BPN dalam Kasus Korupsi HGB Summarecon
Perusahaan tersebut diduga memiliki posisi serupa dengan PT Summarecon Agung Tbk., yakni pihak swasta yang diduga memberikan uang kepada pejabat di Kementerian ATR/BPN berkaitan dengan pengurusan HGB.
"Ya, ini positioning-nya mirip dengan PT Summarecon Agung," ujar Budi.
Meski demikian, KPK belum membeberkan barang bukti yang ditemukan maupun diamankan dari penggeledahan tersebut. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap hasil penggeledahan.
"Nanti jika sudah ada hasil penggeledahan, kami juga pastikan akan sampaikan," kata Budi.
Menurut Budi, rangkaian penggeledahan yang dilakukan KPK di sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah), Kantor Wilayah (Kanwil) BPN, hingga pihak swasta bertujuan mengumpulkan bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








