Cara Mencabut Laporan Polisi yang Sudah Dibuat: Ini Prosedurnya

AKURAT.CO Saat kita hendak mencabut laporan polisi kadang menjadi pilihan bagi pelapor, terutama jika laporan yang dibuat tidak lagi relevan. Alasan umum antara lain tercapainya perdamaian antara pihak-pihak terkait, kesalahpahaman, atau adanya kekeliruan dalam laporan awal. Meski terdengar sederhana, pencabutan laporan polisi tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada prosedur resmi dan dasar hukum yang harus dipenuhi agar pencabutan sah secara hukum dan aman bagi semua pihak.
Memahami Delik Biasa dan Delik Aduan
Sebelum mencabut laporan, pelapor perlu memahami jenis tindak pidana yang dilaporkan, karena hak pencabutan berbeda antara delik aduan dan delik biasa.
Delik Biasa
Delik biasa adalah tindak pidana yang tetap diproses oleh kepolisian meski pelapor mencabut laporannya. Polisi dapat menindak langsung karena kasus ini menyangkut kepentingan umum. Contoh delik biasa: pembunuhan (Pasal 338 KUHP), pencurian (Pasal 362 KUHP), dan penggelapan (Pasal 372 KUHP). Dalam kasus delik biasa, pencabutan laporan tidak menghentikan penyidikan.
Delik Aduan
Delik aduan hanya diproses jika korban mengajukan pengaduan. Contohnya: pencemaran nama baik (Pasal 310 KUHP), fitnah (Pasal 311 KUHP), perzinahan (Pasal 284 KUHP), dan pencurian dalam keluarga (Pasal 367 KUHP). Jika pengaduan dicabut oleh pelapor, kasus harus dihentikan, karena sifatnya tergantung pada inisiatif korban.
Dasar Hukum Pencabutan Laporan
Untuk delik aduan, hak pencabutan pengaduan diatur dalam Pasal 75 KUHP, yang menyatakan bahwa pelapor dapat menarik kembali pengaduan dalam tiga bulan sejak diajukan. Jika dicabut dalam jangka waktu tersebut, proses hukum wajib dihentikan.
Namun, untuk delik biasa, pencabutan laporan tidak menghentikan penyidikan, karena kepentingannya bersifat publik. Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 1600 K/Pid/2009 menegaskan bahwa meski batas waktu tiga bulan terlewat, pencabutan tetap bisa dipertimbangkan jika tercapai perdamaian antara pelapor dan terlapor, sesuai prinsip restorative justice.
Baca Juga: Rektor Unri Akhirnya Cabut Laporan Polisi Terhadap Mahasiswa yang Protes UKT Mahal
Syarat Pencabutan Laporan Polisi
Agar sah secara hukum, pencabutan laporan harus memenuhi syarat berikut:
Sukarela: Dilakukan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Masih dalam proses hukum: Kasus belum selesai di pengadilan.
Perkara adalah delik aduan: Untuk delik biasa, pencabutan tidak memengaruhi proses hukum.
Prosedur Mencabut Laporan Polisi
1. Membuat Surat Permohonan
Surat harus memuat: identitas pelapor, nomor laporan, tanggal laporan, alasan pencabutan, dan pernyataan bahwa pencabutan dilakukan secara sukarela.
2. Lampirkan Dokumen Pendukung
Jika pencabutan karena perdamaian, sertakan surat kesepakatan damai yang ditandatangani kedua belah pihak.
3. Serahkan ke Kantor Polisi
Datang ke SPKT atau petugas yang berwenang, serahkan surat dan dokumen pendukung.
4. Verifikasi Petugas
Petugas memeriksa kelengkapan dokumen, memastikan laporan termasuk delik aduan, dan bahwa pencabutan dilakukan secara sukarela.
5. Penerbitan Surat Pencabutan
Jika permohonan diterima, petugas akan menerbitkan surat resmi pencabutan. Jika kasus sudah masuk tahap penyidikan, dapat diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sebagai tanda bahwa proses hukum dihentikan.
Biaya Pencabutan Laporan
Proses pencabutan laporan polisi gratis. Jika ada pihak yang meminta biaya, itu termasuk pungutan liar (pungli) dan tidak sah.
Alasan Umum Pencabutan Laporan
Tercapainya perdamaian: Kedua pihak berdamai melalui mediasi atau musyawarah.
Kekeliruan laporan: Informasi kurang tepat atau tidak lengkap.
Dalil tidak sempurna: Laporan sulit dibuktikan.
Dalil bertentangan hukum: Laporan tidak sesuai aturan hukum sehingga proses sulit dilanjutkan.
Mencabut laporan polisi adalah hak pelapor untuk kasus delik aduan. Agar sah secara hukum, pelapor harus memahami jenis tindak pidana, syarat pencabutan, dan prosedur resmi.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, melampirkan dokumen pendukung, dan memastikan pencabutan dilakukan sukarela, proses ini bisa berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan hukum.
Nia Ayunia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








