AI Jadi Teman atau Lawan untuk Media, Pengamat: Kapitalisme Digital
Citra Puspitaningrum | 29 Januari 2024, 17:25 WIB

AKURAT.CO Fenomena artificial intelligence (AI) di Indonesia kurang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Terutama untuk dunia media massa.
Peneliti media Agus Sudibyo mengatakan, keberadaan AI bagi tumbuh kembang media massa merupakan ancaman serius. Pasalnya, AI dapat menyuntik mati sektor media Indonesia. Terlebih studi mengenai AI di Indonesia sangat jarang ditemukan.
"Kalau kita lihat dari sisi kritis ini jelas sekali fenomena kapitalisme, kapitalisme digital, kapitalisme pengawasan," kata Agus dalam forum diskusi media dengan tema "AI dan Keberlanjutan Media" di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Menurutnya, perkembangan AI di Indonesia selalu digaungkan dengan nada-nada positif. Tetapi tidak pernah diulas dari sisi negatifnya. Padahal, AI adalah cikal bakal kapitalisme digital karena keberadaannya memunculkan budaya baru yakni berbagi informasi gratis secara digital.
"Artinya apa, TikTok, AI itu sendiri, Facebook memberikan informasi secara gratis kepada kita tidak perlu membayar ketika menggunakan akun TikTok, Facebook kita," ujarnya.
Tetapi, lanjut dia, sesuatu yang gratis itu belum tentu tidak menimbulkan bahaya di kemudian hari. Sebab, penggunaan media sosial secara gratis itu dituntut untuk menyerahkan data pribadinya kepada platform penyedia.
"Kenapa Google, Facebook macam-macam disebut sebagai fenomena kapitalisme digital karena dia mampu mengumpulkan begitu banyak data pribadi seluruh orang di dunia sebagai pengguna internet dan dia mampu mengkapitalisasi menjadi model bisnis yang menguntungkan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








