Apple Perkenalkan SHARP, Model Open-Source yang Sulap Foto 2D Menjadi Visual 3D

AKURAT.CO Apple kembali menunjukkan inovasinya di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan merilis model sumber terbuka bernama SHARP. Teknologi ini mampu mengubah satu foto 2D menjadi tampilan 3D fotorealistik dalam waktu kurang dari satu detik.
Model SHARP diperkenalkan melalui studi berjudul Sharp Monocular View Synthesis in Less Than a Second. Penelitian ini menjelaskan cara Apple merekonstruksi adegan 3D hanya dari satu gambar tunggal.
Keunggulan utama SHARP terletak pada kemampuannya menjaga skala dan jarak tetap konsisten dengan kondisi dunia nyata. Hal ini membuat hasil visual terlihat lebih realistis dan dapat dipercaya.
SHARP bekerja dengan memprediksi representasi Gaussian 3D dari sebuah adegan. Representasi ini kemudian dapat dirender secara real time untuk menghasilkan tampilan resolusi tinggi dari sudut pandang terdekat.
Gaussian 3D sendiri dapat dipahami sebagai titik-titik kecil berisi warna dan cahaya yang ditempatkan di ruang tiga dimensi. Ketika jumlahnya mencapai jutaan, gabungan titik tersebut membentuk adegan 3D yang menyerupai kondisi aslinya.
Pada umumnya, teknik Gaussian Splatting membutuhkan banyak foto dari berbagai sudut untuk membangun model 3D. Namun, SHARP mampu menghasilkan representasi lengkap hanya dari satu foto melalui satu proses jaringan saraf.
Apple melatih SHARP menggunakan kombinasi data sintetis dan data dunia nyata dalam jumlah besar. Pendekatan ini membuat model mampu mempelajari pola kedalaman dan geometri dari berbagai jenis adegan, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Senin (22/12/2025).
Saat menerima foto baru, SHARP akan memperkirakan kedalaman gambar dan menyempurnakannya berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari. Setelah itu, model memprediksi posisi serta tampilan jutaan Gaussian 3D secara cepat.
Meski sangat cepat, SHARP memiliki keterbatasan pada sudut pandang. Model ini hanya menampilkan tampilan terdekat dan tidak menyintesis bagian adegan yang sama sekali tidak terlihat pada foto awal.
Untuk mendorong eksplorasi lebih lanjut, Apple merilis SHARP secara terbuka di GitHub. Sejumlah pengguna telah membagikan hasil uji coba, bahkan menunjukkan potensi pengembangan teknologi ini ke arah visual bergerak dan aplikasi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








