Starlink Resmi Hadir, Kenali Ancaman Siber di Balik Infrastruktur Internet Satelit

AKURAT.CO Keamanan infrastruktur satelit menjadi perhatian utama dalam menjaga kedaulatan siber suatu negara. Potensi ancaman berupa akses tidak diinginkan oleh negara asing atau entitas jahat bisa membahayakan infrastruktur ini.
Serangan yang berhasil dapat mengganggu operasional satelit, merusak atau mematikan satelit, mencuri informasi penting, atau bahkan mengganggu komunikasi. Untuk itu, penting bagi setiap negara untuk menjaga keamanan infrastruktur satelit dengan ketat guna mencegah akses yang tidak diinginkan.
Kehadiran Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dimiliki oleh SpaceX, menimbulkan dilema bagi aparat penegak hukum dan intelijen. Perbedaan teknologi yang digunakan Starlink membuat alat-alat intercept dan monitoring yang ada menjadi tidak efektif.
"Hal tersebut menyebabkan seolah-oleh aparat penegakan hukum dan intelijen kita buta dan tuli terhadap komunikasi yang dilewatkan Starlink tersebut," ungkap Pratama Dahlian Persadha selaku Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (23/5/2024).
Meskipun saat ini intercept dan monitoring masih bisa dilakukan melalui Network Access Provider (NAP) lokal, di mana Starlink membeli bandwidth, namun hal ini tidak memberikan jaminan penuh.
Starlink memiliki teknologi 'Laser Link' yang memungkinkan setiap satelitnya terhubung tanpa perlu bekerja sama dengan NAP lokal. Dengan teknologi ini, Starlink bisa menyediakan backbone internet sendiri dengan kapasitas hingga 100Gbps per laser link.
Dalam menghadapi tantangan ini, Indonesia perlu meningkatkan kerjasama internasional serta memanfaatkan riset dan teknologi terbaru untuk menjaga kedaulatan sibernya.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








