AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kinerja industri asuransi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional. Pemerintah lalu memberikan perhatian terhadap sektor asuransi yang telah menjadi salah satu penyumbang utama PDB serta memiliki potensi yang optimal.
"Dengan memobilisasi tabungan dalam negeri, asuransi memungkinkan untuk mengurangi kerugian, meningkatkan stabilitas keuangan, dan mendorong kegiatan perdagangan, sehingga asuransi berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkapnya saat menyampaikan Keynote Speech secara virtual dalam Indonesia Re International Conference (IIC) 2024 seperti dilansir laman resmi Kominfo, Kamis (25/07/2024).
Menurut Menko Airlangga, masifnya perkembangan teknologi digital saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor asuransi. Kondisi tersebut mendorong industri asuransi untuk mengembangkan bisnis ke arah digitalisasi proses bisnis.
"Transformasi digital dalam asuransi yang didukung oleh kecerdasan buatan, machine learning, analisis prediktif, layanan seluler, hingga live chat memungkinkan perusahaan asuransi untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Menko Perekonomian, meskipun tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan masalah keamanan siber masih ada, industri asuransi di Indonesia siap menghadapi transformasi digital yang signifikan.
"Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepuasan nasabah di tahun-tahun mendatang, dan juga berpotensi meningkatkan kontribusi industri asuransi terhadap PDB Indonesia,” tandasnya.
Pemerintah optimis mampu meraih tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada akhir tahun 2024 mendatang setelah pertumbuhan ekonomi hingga 5,05% (YoY) pada Tahun 2024. Melalui pencanangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas Tahun 2045.
Dalam mencapai visi tersebut, transformasi ekonomi menjadi salah satu langkah esensial yang perlu dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berbekal bonus demografi dan kepercayaan dunia internasional, peluang dalam mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045 tersebut kian meningkat dan perlu untuk dioptimalkan oleh Pemerintah.
Penyempurnaan regulasi dan prosedur kemudahan berusaha juga menjadi wujud keseriusan Pemerintah dalam melakukan reformasi struktural. Melalui upaya tersebut, peringkat daya saing Indonesia pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan seperti yang dilansir dalam World Competitiveness Ranking (WCR) Institute for Management Development (IMD) 2024, Indonesia menempati peringkat 27 dari 67 negara setelah sebelumnya berada pada peringkat 34 pada tahun 2023 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








