Meta Gantikan Program Pemeriksaan Fakta Instagram dengan Catatan Komunitas

AKURAT.CO Meta, perusahaan induk Instagram, Facebook dan Threads, mengumumkan rencana untuk menggantikan program pemeriksaan fakta di platformnya dengan fitur Catatan Komunitas.
Sistem baru ini sebelumnya diperkenalkan oleh Twitter setelah diakuisisi oleh Elon Musk. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat Facebook sudah menghentikan alat pemeriksa fakta di Amerika Serikat (AS) awal bulan ini.
Kini, Instagram dan Threads diperkirakan akan mengikuti langkah serupa. Informasi ini diperkuat oleh temuan Alessandro Paluzzi, seorang pengembang seluler, yang menunjukkan rencana Meta untuk menerapkan Catatan Komunitas di Instagram.
Sistem Catatan Komunitas membuat pengguna anonim dapat memberikan informasi tambahan pada unggahan tertentu. Namun, catatan tersebut hanya akan dipublikasikan jika dinilai bermanfaat oleh banyak pengguna dengan perspektif yang berbeda, sehingga meminimalkan bias.
Fitur ini telah mulai diluncurkan di Threads, meskipun baru tersedia di AS. Meta juga berencana untuk menerapkannya di Instagram dalam waktu dekat.
Belum ada kepastian apakah Catatan Komunitas juga akan diberlakukan di negara-negara lain.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut program pemeriksaan fakta sebelumnya memiliki banyak kelemahan. Menurutnya, para ahli pun tidak sepenuhnya bebas dari bias.
"Pakar, seperti orang lain, memiliki bias dan perspektif mereka sendiri. Ini muncul dalam pilihan yang dibuat beberapa orang tentang apa yang harus diperiksa fakta dan bagaimana," ujarnya, dikutip dari laman resmi Meta, Selasa (28/1/2025).
Meta berencana meluncurkan Catatan Komunitas secara penuh dalam dua bulan ke depan dan terus menyempurnakannya hingga akhir tahun.
Setelah implementasi selesai, moderasi konten di platform Meta akan lebih bergantung pada pengguna dibandingkan perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








