DPR AS Larang Penggunaan WhatsApp di Perangkat Resmi Staf karena Alasan Keamanan

AKURAT.CO Pimpinan DPR Amerika Serikat melarang penggunaan WhatsApp di perangkat resmi stafnya. Keputusan ini diambil karena WhatsApp dianggap berisiko tinggi terhadap keamanan data oleh Kantor Keamanan Siber DPR.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (28/6/2025), WhatsApp dinilai kurang transparan dalam melindungi data pengguna. Aplikasi ini juga tidak mengenkripsi data yang disimpan dan dianggap berpotensi menimbulkan ancaman keamanan.
Sebagai gantinya, staf DPR disarankan menggunakan aplikasi yang dinilai lebih aman seperti Signal, iMessage, FaceTime dan Microsoft Teams. Rekomendasi ini diberikan untuk meminimalkan risiko kebocoran data.
Baca Juga: Iran Minta Warganya Hapus Aplikasi di Tengah Perang dengan Israel, Ini Respon WhatsApp
WhatsApp menyatakan keberatannya atas larangan tersebut. Mereka menegaskan bahwa WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end secara default sehingga hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca pesan.
Larangan ini muncul di tengah laporan adanya upaya peretasan terhadap sekitar 90 pengguna WhatsApp, termasuk jurnalis oleh Paragon Solutions, pembuat spyware asal Israel yang kini dimiliki perusahaan AS, AE Industrial Partners.
Penelitian juga mengungkap bahwa negara seperti Australia, Kanada, Israel dan Singapura kemungkinan menggunakan teknologi dari Paragon. Hal ini menambah kekhawatiran terkait penyebaran spyware secara global.
Meski dilarang, Meta tetap membela sistem keamanan WhatsApp yang dinilai unggul. Mereka menyebut aplikasi ini lebih aman dibanding beberapa aplikasi alternatif yang direkomendasikan DPR AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






