Apple Collab Bareng Ratoh Jaroe: Perpaduan Teknologi dan Budaya Aceh

AKURAT.CO Perusahaan teknologi internasional Apple secara resmi mengumumkan kemitraannya dengan kelompok seni Ratoh Jaroe yang berasal dari Aceh, Indonesia. Kerja sama ini melibatkan penari tradisional Aceh serta tim kreatif dari Apple dalam sebuah proyek seni pertunjukan digital yang bertujuan untuk membawa budaya lokal ke pentas dunia.
Apple bekerja sama dengan tim Ratoh Jaroe untuk mempersembahkan seni tari tradisional dalam bentuk augmented reality (AR) dan video berkualitas tinggi yang khusus ditampilkan di aplikasi Apple Music dan Apple TV+.
Tarian ini juga merupakan bagian dari kampanye global Apple yang berjudul “Music Moves Tradition.”
Baca Juga: Mengenal Tradisi Kaurie Beureuat dalam Budaya Aceh
Pengumuman resmi kolaborasi ini melalui saluran media sosial resmi Apple. Cuplikan pendek penampilan Ratoh Jaroe dengan konsep visual modern langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pencinta budaya.
Pengambilan gambar direkam di sebuah ruangan dengan instalasi cahaya artistik.
Apple menggunakan teknologi kamera sinematik pada iPhone 15 Pro Max dan drone 3D untuk merekam gerakan dinamis serta harmoni kelompok penari Ratoh Jaroe.
Apple menjelaskan bahwa Ratoh Jaroe dipilih karena keindahan gerakannya yang ritmis, nilai-nilai kedekatan yang kokoh, dan keunikan warisan budaya Aceh.
Menurut Tim Cook, CEO Apple, “kita harus merayakan budaya lokal secara global, dan Ratoh Jaroe melambangkan keindahan kolektif dari Asia Tenggara.”
Respons masyarakat Indonesia sangat positif. Banyak pengguna media sosial merasa bangga karena budaya tradisional Indonesia dipromosikan oleh merek besar seperti Apple.
Kerja sama ini dianggap sebagai langkah signifikan untuk pengakuan seni budaya Indonesia di tingkat internasional. Para pengamat budaya berharap inisiatif ini dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama antara seniman lokal dan perusahaan teknologi global.
Baca Juga: Cara Mudah Menonton Acara WWDC 2025 Apple
Apple mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Ratoh Jaroe hanyalah awal dari rangkaian kampanye lintas budaya yang akan mereka jalankan.
Dalam beberapa bulan ke depan, Apple berniat menghadirkan pertunjukan seni dari negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Kemitraan antara Apple dan Ratoh Jaroe adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan budaya dapat saling melengkapi.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung keberagaman, tetapi juga menunjukkan bahwa seni tradisional mampu bersaing dan berkilau di tengah era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








