Cara Menonton Gerhana Matahari Parsial 21 September Secara Online Gratis

AKURAT.CO Gerhana matahari parsial akan terjadi pada 21 September 2025, ketika bulan menutupi sebagian matahari dan membentuk bulan sabit bercahaya di langit Bumi. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 15:41 ET (19:41 WIB).
Time and Date bekerja sama dengan Dunedin Astronomical Society di Selandia Baru menyelenggarakan siaran langsung gratis di YouTube. Acara ini akan menampilkan setiap fase gerhana dengan komentar ahli dari astrofisikawan Graham Jones dan jurnalis Anne Buckle.
Hanya sekitar 17 juta orang, atau 0,2 persen populasi dunia, yang dapat melihat gerhana secara langsung dari lokasi seperti Selandia Baru, Samoa dan Tonga. Bagi kebanyakan orang, siaran online menjadi cara terbaik untuk menyaksikan fenomena langit ini dari rumah.
Pemirsa dapat melihat gerhana saat matahari terbit di cakrawala timur Selandia Baru. Saat gerhana maksimum, lebih dari 70 persen matahari akan tertutup bulan, menciptakan pemandangan menakjubkan.
Meski begitu, cuaca dapat memengaruhi tampilan gerhana, sehingga diharapkan langit cerah. Siapkan diri dengan perangkat yang aman untuk menikmati fenomena ini.
Dikutip dari Space, Sabtu (20/9/2025), gunakan kacamata khusus seperti Celestron EclipSmart Power Viewers, yang memiliki lensa bersertifikat ISO 12312-2 dan pembesaran 2x. Kacamata ini aman untuk melihat matahari tanpa risiko kerusakan mata.
Hindari menatap matahari langsung tanpa perlindungan, karena bisa menyebabkan kerusakan mata permanen. Pastikan kacamata gerhana yang digunakan telah diuji kualitas dan keamanannya sebelum digunakan.
Dengan mengikuti cara ini, masyarakat dapat menyaksikan gerhana matahari parsial 21 September 2025 secara aman dan nyaman. Siaran langsung online menjadi solusi bagi siapa saja yang ingin menikmati fenomena langit ini tanpa harus berada di jalur gerhana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




