Pemerintah Tunggu Respons X Terkait Denda, Wamen Komdigi: Ini Sudah Surat Ketiga

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih menunggu respons dari platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Hal ini terkait pembayaran denda atas pelanggaran regulasi yang telah dijatuhkan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah sudah melayangkan tiga surat resmi kepada pihak X. Pemerintah masih menunggu tindak lanjut dari platform tersebut.
"Lagi proses dan komunikasi sedang dibangun ya, ini sudah surat ketiga kalau nggak salah. Dan yang terakhir mereka harus membayar kesekian denda, jadi kita tunggu," ujarnya kepada wartawan di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Terkait tenggat waktu pembayaran denda tersebut, Nezar menegaskan bahwa pemerintah berharap X segera memberikan tanggapan. Pemerintah menargetkan kepastian mengenai hal ini dapat diketahui dalam waktu dekat.
Jika X tidak juga memenuhi kewajibannya, pemerintah akan menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sanksi dapat berupa teguran tertulis hingga evaluasi terhadap izin Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Nezar menambahkan bahwa pemerintah mendorong X untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi dan pengawasan terhadap moderasi konten di platform tersebut.
"Ya kita menganjurkan mereka buka kantor, supaya koordinasinya akan jadi lebih mudah untuk moderasi kontennya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Nezar menyebut bahwa sejauh ini X menjadi platform yang cukup signifikan dalam hal penegakan regulasi digital dibandingkan platform lain. "Kalau yang cukup signifikan ya kita lihat X. Kalau Tiktok kan sudah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







