Penambang Bitcoin Ilegal di Malaysia Diburu Setelah Rugikan Negara Rp22 Triliun

AKURAT.CO Otoritas Malaysia menggelar operasi besar untuk memburu penambang Bitcoin ilegal yang diduga mencuri listrik senilai $1,4 miliar (sekitar Rp23 triliun) dalam lima tahun terakhir.
Pergerakannya terlacak lewat drone, sensor panas dan laporan warga mengenai suara mencurigakan dari bangunan kosong.
Petugas menemukan para pelaku sering berpindah tempat, mulai dari ruko kosong hingga rumah yang ditinggalkan. Mereka juga menutupi panas dari mesin agar tidak terdeteksi.
Selain itu, para penambang memasang kamera CCTV dan pengaman besi di lokasi mereka. Ada juga alat pencegah kaca pecah untuk menghambat penggerebekan.
Menurut pemerintah, sekitar 14.000 lokasi penambangan ilegal ditemukan sejak 2020 dan menimbulkan kerugian besar bagi Tenaga Nasional Berhad (TNB). Kenaikan harga Bitcoin pada awal Oktober juga mendorong meningkatnya pencurian listrik, dengan lebih dari 3.000 kasus tercatat dalam waktu singkat.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Malaysia membentuk komite khusus lintas lembaga pada 19 November. Komite tersebut melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Negara Malaysia dan TNB.
Gugus tugas ini bertugas mengoordinasikan penindakan terhadap para operator ilegal. Upaya bersama ini diharapkan dapat melindungi sistem kelistrikan nasional dari kerusakan lebih lanjut, sebagaimana dikutip dari The Straitstimes, Selasa (9/12/2025).
Wakil Menteri Transisi Energi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menegaskan bahwa penambangan ilegal bukan hanya soal pencurian listrik, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur energi. Ia menilai banyak operasi dijalankan seperti sindikat karena mampu memindahkan peralatan dengan cepat.
Meski penambangan Bitcoin diizinkan selama memakai listrik resmi dan membayar pajak, pemerintah menyebut aktivitas ini tetap sulit diawasi. Industri yang sangat fluktuatif membuat pengawasan menjadi tantangan besar.
Beberapa lokasi juga diketahui pernah disalahgunakan untuk operasi tersebut, seperti mal kosong di tepi Selat Malaka. Bekas area penebangan di Sarawak pun sempat menjadi tempat beroperasinya para penambang.
Komite khusus sedang menimbang kemungkinan pelarangan penuh penambangan Bitcoin di Malaysia jika dianggap semakin mengancam infrastruktur energi. Akmal menyatakan bahwa pola operasi yang terungkap menunjukkan adanya sindikat yang bergerak cepat dan terorganisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






