AKURAT.CO Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok, baru saja mengumumkan komitmen besar untuk melatih 30.000 profesional AI dan IT di Malaysia. Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas ekosistem teknologi di kawasan Asia Tenggara, yang kini dianggap sebagai pasar strategis di tengah dinamika geopolitik global.
Malaysia dipilih bukan tanpa alasan. Negara ini dalam beberapa tahun terakhir aktif menarik investasi teknologi global dan berupaya menjadikan dirinya sebagai hub digital di Asia Tenggara. Dengan populasi muda yang melek teknologi, Malaysia memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta di bidang AI dan komputasi awan.
Bagi Huawei, program ini juga menjadi strategi untuk memperkuat posisinya di kawasan setelah menghadapi tekanan dari negara-negara Barat. Seperti diketahui, Amerika Serikat dan beberapa sekutu membatasi penggunaan perangkat Huawei karena isu keamanan. Oleh karena itu, ekspansi ke Asia Tenggara menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis.
Mengutip dari cloudcomputing-news, Kamis (21/8/2025), program pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis AI, tetapi juga pada kemampuan praktis seperti pengembangan aplikasi berbasis cloud, analitik data, serta Internet of Things (IoT). Dengan demikian, peserta diharapkan bisa langsung berkontribusi dalam industri yang semakin terdigitalisasi.
Pemerintah Malaysia menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai kolaborasi dengan Huawei akan mempercepat transformasi digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat menarik lebih banyak investasi asing ke sektor teknologi Malaysia.
Meski begitu, tidak sedikit pihak yang menyoroti sisi geopolitik dari langkah Huawei. Ada kekhawatiran bahwa dominasi Huawei di sektor digital Malaysia bisa membuka pintu pengaruh politik Tiongkok di kawasan. Namun, bagi banyak perusahaan dan individu di Malaysia, peluang mendapatkan pelatihan gratis atau bersubsidi dari Huawei jelas sangat menguntungkan.
Dengan rencana ambisius ini, Huawei memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada penjualan perangkat keras, tetapi juga ingin membentuk ekosistem digital yang lebih luas. Jika berhasil, program ini bisa menjadi model yang ditiru di negara lain, memperkuat posisi Huawei sebagai pemain kunci dalam industri AI global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









