Saham Thomson Reuters Melonjak Pasca AI CoCounsel Raih 1 Juta Pengguna

AKURAT.CO Dalam perkembangan terbaru pasar teknologi dan bisnis, saham Thomson Reuters Corp. naik lebih dari 11 persen, reli terbesar sejak 2009.
Ini setelah perusahaan mengumumkan bahwa alat kecerdasan buatan (AI) profesional mereka, CoCounsel, telah digunakan oleh lebih dari 1 juta profesional di seluruh dunia.
CEO Steve Hasker mengatakan adopsi ini menunjukkan bahwa AI kini telah bertransisi dari tahap eksperimen ke penggunaan harian yang mendasar di sektor hukum, pajak, dan kepatuhan.
Sebagai AI generatif khusus profesional, CoCounsel meningkatkan workflow di lingkungan pekerjaan dengan kebutuhan akurasi tinggi, termasuk legal, audit, dan compliance.
Sistem ini mampu mengotomasi tugas-tugas kompleks seperti penelitian hukum, ulasan dokumen, pembuatan draf, hingga analisis risiko, hal yang tak hanya meningkatkan efisiensi profesional tetapi juga menumbuhkan kepercayaan terhadap teknologi AI yang benar-benar handal.
Reuters melaporkan pada Selasa (24/02/2026) bahwa lonjakan penggunaan ini terjadi di lebih dari 107 negara.
Pertumbuhan pesat CoCounsel juga membantu meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya sempat menurun akibat munculnya kekhawatiran tentang potensi AI menggantikan sumber pendapatan tradisional di industri teknologi.
Namun, menurut Hasker, CoCounsel mendemonstrasikan bahwa AI yang “dirancang untuk profesional” dapat menawarkan solusi yang bukan hanya inovatif tetapi juga terukur dan dapat diuji keakuratannya dalam konteks profesional.
AI dan Masa Depan Teknologi Profesi
Keberhasilan CoCounsel mencerminkan pergeseran besar di dunia kerja profesional, dari penggunaan teknologi AI yang bersifat eksperimental menjadi sebuah standar operasional baru.
Hal ini berimplikasi pada bagaimana perusahaan besar melihat AI bukan sekedar alat bantu, tetapi sebagai bagian yang terintegrasi dalam operasi bisnis inti, terutama di sektor yang memerlukan ketelitian tinggi seperti hukum, pajak, dan kepatuhan.
Adopsi luas CoCounsel juga memicu diskusi penting mengenai etika, privasi data, serta batasan penggunaan AI dalam ruang kerja yang sensitif.
Hal itu menegaskan bahwa teknologi ini harus dibangun dengan tingkat kontrol dan akurasi yang jauh lebih tinggi daripada AI konsumen umum.
Ke depan, pertumbuhan penggunaan AI profesional seperti CoCounsel bisa menjadi indikator kuat bahwa AI tidak hanya akan berdampak di sektor teknologi semata, tetapi juga akan menjadi katalis utama transformasi struktural di sektor jasa profesional global pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




