Google Lirik Perusahaan China untuk Teknologi Pendingin Pusat Data AI

AKURAT.CO Google dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan asal China untuk memasok sistem pendingin cair bagi pusat data AI. Salah satu mitra yang dibidik adalah Envicool.
Upaya ini menyusul kunjungan tim pengadaan Google dari Taiwan ke China baru-baru ini. Kunjungan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pada pasokan komponen penting untuk infrastruktur AI.
Dalam agenda tersebut, Google bertemu dengan Envicool dan berpotensi menjalin komunikasi dengan pemasok lain. Namun hingga kini, baik Google maupun Envicool belum memberikan pernyataan resmi.
Teknologi pendingin cair kini menjadi solusi utama untuk pusat data AI modern. Sistem ini bekerja dengan mengalirkan cairan di sekitar perangkat untuk meredam panas berlebih dari chip berperforma tinggi.
Chip AI menghasilkan panas jauh lebih besar dibandingkan sistem komputasi biasa. Karena itu, pendingin udara tradisional dinilai tidak lagi cukup untuk menjaga stabilitas operasional.
Negosiasi ini menunjukkan bahwa tekanan rantai pasok tidak hanya terjadi pada chip, tetapi juga komponen pendukung. Kondisi ini sekaligus mempertegas meningkatnya peran perusahaan China dalam ekosistem teknologi global.
Dikutip dari JPMorgan, Selasa (17/3/2026), pasar pendingin cair untuk server AI diprediksi menembus lebih dari 17 miliar dolar AS pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dari sekitar 8,9 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
Envicool menjadi salah satu perusahaan yang diuntungkan dari tren tersebut. Perusahaan ini mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 40 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Perusahaan tersebut juga mengembangkan unit distribusi pendingin (CDU) yang disesuaikan dengan kebutuhan Google. Selain itu, Envicool memperluas kapasitas produksi di China dan membangun fasilitas di Thailand serta Amerika Serikat.
Di tengah persaingan, pasar pendingin cair masih terfragmentasi dengan banyak pemain dari berbagai negara. Selain perusahaan China, pemasok dari Taiwan dan sektor komponen global juga ikut terdampak oleh lonjakan permintaan AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






