Akurat
Pemprov Sumsel

Startup AS Uji Konsep Pusat Data AI di Turbin Angin Lepas Pantai Norwegia

Winna Wandayani | 10 Maret 2026, 15:52 WIB
Startup AS Uji Konsep Pusat Data AI di Turbin Angin Lepas Pantai Norwegia
Startup AS Uji Konsep Pusat Data AI di Turbin Angin Lepas Pantai Norwegia (spectrum.ieee.org)

AKURAT.CO Startup teknologi asal Amerika Serikat, Aikido Technologies, mengembangkan konsep turbin angin lepas pantai yang digabungkan dengan pusat data AI.

Perusahaan berbasis di San Francisco itu berencana menguji prototipe turbin berkaki tiga di Laut Utara, Norwegia, pada akhir 2026.

Menurut laporan IEEE Spectrum, prototipe tersebut akan memiliki kapasitas sekitar 100 kilowatt. Sistem ini juga dirancang untuk menampung server AI langsung di platform turbin angin.

Konsep tersebut dinilai bisa menjadi solusi bagi perusahaan teknologi besar. Pasalnya, banyak operator pusat data saat ini menghadapi keterbatasan lahan dan pasokan listrik untuk membangun fasilitas baru.

Turbin Angin Sekaligus Pusat Data

Aikido menggunakan desain turbin angin semi-submersible yang sebelumnya banyak dipakai di industri minyak dan gas lepas pantai. Struktur ini memiliki tiga kaki yang diisi pemberat air tawar untuk menjaga stabilitas turbin di tengah laut.

Turbin tersebut kemudian ditambatkan ke dasar laut menggunakan rantai dan jangkar. Sistem ini memastikan turbin tetap stabil meski diterpa ombak dan angin kencang.

Menariknya, setiap kaki turbin dapat menampung ruang pusat data berkapasitas 3-4 megawatt. Dengan demikian, satu turbin berpotensi menjadi pusat komputasi dengan total kapasitas 9-12 MW.

Pendinginan Server Memanfaatkan Air Laut

Salah satu keunggulan konsep ini adalah penggunaan sistem pendinginan alami. Air tawar yang berada di bagian ballast kaki turbin dipompa untuk membantu mendinginkan chip AI.

Setelah menyerap panas dari server, air tersebut dikembalikan ke tangki ballast. Suhu dingin Laut Utara kemudian membantu menurunkan temperatur air sebelum dipakai kembali.

Untuk komponen lain di luar sistem pendingin air, Aikido menambahkan pendingin udara. CEO Aikido Technologies, Sam Kanner, mengatakan kombinasi energi angin dan pendinginan alami dapat menekan biaya operasional pusat data.

"Kami memiliki kekuatan ini dari angin. Kami memiliki pendinginan gratis. Kami pikir kami bisa cukup kompetitif biaya dibandingkan dengan solusi pusat data konvensional," ujar CEO Aikido Sam Kanner, dikutip dari IEEE Spectrum, Senin (9/3/2026).

Tantangan: Energi Tak Stabil dan Lingkungan Laut

Meski menawarkan potensi besar, konsep pusat data di turbin angin lepas pantai juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah produksi listrik dari angin yang tidak selalu stabil sepanjang waktu.

Untuk mengatasinya, setiap unit akan dilengkapi baterai penyimpanan energi. Jika produksi listrik menurun dalam waktu lama, sistem juga bisa terhubung ke jaringan listrik darat sebagai cadangan.

Selain itu, kondisi laut yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Air laut yang bersifat korosif juga berpotensi meningkatkan biaya perawatan infrastruktur.

Tren Baru Infrastruktur AI

Eksperimen Aikido menunjukkan upaya industri teknologi mencari solusi baru untuk memenuhi kebutuhan energi dan pendinginan pusat data AI yang terus meningkat. Seiring pesatnya perkembangan AI, kebutuhan listrik dan infrastruktur komputasi juga semakin besar.

Pendekatan serupa juga mulai diuji di beberapa negara. China, misalnya, telah meluncurkan prototipe pusat data bawah laut bertenaga angin di Shanghai pada 2025.

Jika konsep ini berhasil, turbin angin di laut tidak hanya menjadi sumber energi terbarukan. Infrastruktur tersebut juga berpotensi menjadi pusat komputasi AI generasi baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.