MoraRepublic Resmi Lahir, Kantongi 12,7 Juta Homepass Usai Merger Moratelindo dan MyRepublic

AKURAT.CO Persaingan bisnis internet rumah di Indonesia memasuki babak baru. Ketika kebutuhan konektivitas terus meningkat untuk bekerja, belajar, hiburan, hingga aktivitas ekonomi digital, ukuran jaringan dan kemampuan ekspansi menjadi faktor penentu kemenangan di industri broadband.
Di tengah dinamika tersebut, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) atau MoraRepublic resmi lahir sebagai entitas hasil merger Moratelindo dan MyRepublic. Langkah ini langsung melahirkan salah satu pemain terbesar di industri fiber to the home (FTTH) Indonesia dengan lebih dari 12,7 juta homepass dan lebih dari 2,6 juta pelanggan.
Ringkasan
MoraRepublic adalah perusahaan infrastruktur dan layanan digital terintegrasi hasil merger Moratelindo dan MyRepublic yang efektif pada 22 April 2026.
Per 30 April 2026, MoraRepublic memiliki:
Lebih dari 12,7 juta homepass
Lebih dari 2,6 juta pelanggan retail
Lebih dari 17 ribu pelanggan enterprise
Lebih dari 166 ribu kilometer jaringan fiber optik
Lebih dari 200 site Fixed Wireless Access (FWA)
Skala tersebut menjadikan MoraRepublic sebagai salah satu pemain terbesar di industri broadband dan infrastruktur digital nasional.
Baca Juga: Mengenal Kelebihan dan Kekurangan 5G, Dicap Internet Ngebut Tapi Sinyal Belum Merata
Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemerataan Internet Lewat Operasional Satelit N5
Bagaimana MoraRepublic Terbentuk dari Merger Moratelindo dan MyRepublic?
Lahirnya MoraRepublic bukanlah proses yang terjadi dalam semalam. Penggabungan ini merupakan pertemuan dua kekuatan yang selama bertahun-tahun berkembang di jalur berbeda namun saling melengkapi.
Moratelindo dikenal sebagai pemain infrastruktur digital yang membangun fondasi jaringan backbone nasional. Sejak periode 2008–2014, perusahaan mengembangkan jaringan kabel optik bawah laut seperti MIC-1 yang menghubungkan Jakarta dan Singapura serta BDM yang menghubungkan Batam, Dumai, dan Singapura.
Perusahaan juga membangun Sumatra Backbone, N60 Data Center, serta memperluas jaringan Metro-E di berbagai kota Indonesia.
Pada periode berikutnya, Moratelindo memperluas bisnis melalui layanan Oxygen.id, berpartisipasi dalam proyek strategis nasional Palapa Ring Barat dan Timur, hingga melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MORA.
Di sisi lain, MyRepublic tumbuh sebagai penyedia layanan internet rumah berbasis FTTH yang agresif memperluas jaringan. Sejak beroperasi pada 2015, jumlah homepass MyRepublic melonjak dari sekitar 649 ribu pada 2018 menjadi lebih dari 10,5 juta pada 2025.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa merger dinilai memiliki nilai strategis tinggi.
Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, mengatakan penggabungan ini bertujuan membentuk platform infrastruktur fiber optik terintegrasi berskala besar.
"Penggabungan ini merupakan langkah strategis bagi kedua perusahaan untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital nasional," ujarnya dalam Public Expose Tahunan 2026 di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Seberapa Besar MoraRepublic Setelah Merger?
Banyak perusahaan telekomunikasi memiliki jaringan besar. Namun yang membuat merger ini menarik adalah kombinasi antara jaringan backbone nasional dan akses langsung ke pelanggan.
Setelah merger efektif pada 22 April 2026, MoraRepublic memiliki:
12,7 juta homepass
2,6 juta pelanggan retail
17 ribu pelanggan enterprise
166 ribu kilometer jaringan fiber optik
Angka tersebut menunjukkan bahwa MoraRepublic tidak hanya kuat di sisi infrastruktur, tetapi juga memiliki basis pelanggan yang besar.
Dalam industri broadband, memiliki jaringan backbone tanpa pelanggan retail dapat membatasi pertumbuhan. Sebaliknya, memiliki pelanggan besar tanpa infrastruktur yang kuat juga menciptakan ketergantungan pada pihak lain.
Merger ini menggabungkan kedua kekuatan tersebut dalam satu perusahaan.
Mengapa Angka 12,7 Juta Homepass Sangat Penting?
Salah satu angka yang paling sering muncul dalam paparan MoraRepublic adalah 12,7 juta homepass.
Namun banyak masyarakat belum memahami arti sebenarnya.
Homepass adalah jumlah rumah atau bangunan yang secara teknis sudah dapat dilayani jaringan internet fiber tanpa perlu pembangunan jaringan utama tambahan.
Artinya, semakin besar jumlah homepass, semakin besar pula potensi pelanggan yang bisa dikonversi menjadi pengguna layanan.
Ilustrasi Sederhana
Bayangkan terdapat dua perusahaan internet:
Perusahaan A memiliki 1 juta pelanggan tetapi hanya 2 juta homepass.
Perusahaan B memiliki 2 juta pelanggan dengan 12 juta homepass.
Dalam jangka panjang, perusahaan B memiliki ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar karena jaringan sudah tersedia.
Inilah alasan mengapa angka 12,7 juta homepass menjadi aset strategis yang sangat bernilai.
Yang menarik, memiliki homepass besar tidak otomatis menghasilkan pendapatan besar. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan tingkat konversi pelanggan dan menjaga kualitas layanan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kinerja 2025 Jadi Fondasi Pertumbuhan
Sebelum merger terjadi, Moratelindo telah mencatat pertumbuhan operasional dan keuangan yang solid sepanjang 2025.
Direktur MoraRepublic, Jimmy Kadir, menjelaskan bahwa terdapat tiga mesin pertumbuhan utama perusahaan, yakni retail, enterprise, dan wholesale.
Pada segmen retail:
Homepass tumbuh 36%
Menjadi lebih dari 1 juta homepass
Jumlah pelanggan retail meningkat:
46%
Menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan
Pendapatan retail pun naik sekitar 21% menjadi Rp1,3 triliun.
"Ketiga segmen tersebut menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan operasional dan keuangan Perseroan sepanjang tahun 2025," kata Jimmy.
Di sisi enterprise, pelanggan tumbuh sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.
Sementara kapasitas bandwidth meningkat sekitar 18% menjadi 38 Tbps yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan wholesale sekitar 9% menjadi Rp876 miliar.
Kinerja tersebut menghasilkan EBITDA sekitar Rp2 triliun dan laba bersih hampir Rp516 miliar, melonjak 96,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Strategi MoraRepublic pada 2026
Pasca-merger, fokus perusahaan tidak hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi mempercepat ekspansi.
Manajemen menargetkan:
Tambahan 5 juta homepass
Tambahan 1,5 juta pelanggan
Ekspansi ke 186 kota/kabupaten
Target tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak ingin berhenti sebagai pemain besar, tetapi berupaya memperkuat posisinya di pasar broadband nasional.
Timotius mengaku optimistis pertumbuhan 2026 akan melampaui tahun sebelumnya.
"Tentu saja kami sangat optimistis. Tahun 2026 memiliki banyak momentum dan katalis yang akan mempercepat pertumbuhan Perseroan," ujar Timotius.
Menurutnya, merger menjadi katalis utama yang membuka peluang pertumbuhan yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Rising 8 dan FWA, Mesin Pertumbuhan Baru MoraRepublic
Selain FTTH, MoraRepublic juga menyiapkan dua mesin pertumbuhan baru.
Proyek Rising 8
Proyek Rising 8 merupakan jaringan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura.
Proyek ini menggunakan teknologi repeater kabel bawah laut berkualitas tinggi yang dirancang untuk memperkuat jaringan backbone nasional dan internasional.
Perseroan menargetkan segmen Jakarta–Batam siap beroperasi pada Juni 2026.
Ekspansi Fixed Wireless Access (FWA)
Selain fiber optik, MoraRepublic juga mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA).
Strategi ini menarik karena FWA memungkinkan internet berkecepatan tinggi menjangkau wilayah yang belum ekonomis untuk pembangunan fiber.
Perusahaan berhasil memperoleh dua dari tiga regional dalam lelang spektrum 1,4 GHz yang digelar pemerintah pada 2025.
Hingga April 2026:
Lebih dari 200 site FWA telah aktif
Beroperasi di 90 kota/kabupaten
Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 site FWA baru.
Merger Saja Tidak Cukup
Ada satu hal menarik yang sering luput dari perhatian ketika membahas merger besar di industri telekomunikasi.
Ukuran perusahaan memang bertambah drastis, tetapi tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah merger selesai.
Dalam industri FTTH, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh jumlah homepass atau panjang jaringan fiber optik. Faktor yang lebih menentukan adalah kemampuan mengubah cakupan jaringan menjadi pelanggan aktif yang menghasilkan pendapatan berulang.
Di sinilah ujian terbesar MoraRepublic akan berlangsung.
Perusahaan harus mampu mengintegrasikan operasional, menjaga kualitas layanan, mempercepat aktivasi pelanggan, dan mengelola persaingan harga yang semakin agresif di berbagai kota.
Jika integrasi berjalan sukses, kombinasi backbone Moratelindo dan jaringan FTTH MyRepublic berpotensi menciptakan keunggulan yang sulit ditandingi pemain lain.
Apa Dampaknya bagi Pelanggan dan Industri Internet Indonesia?
Bagi pelanggan, merger ini berpotensi menghadirkan manfaat berupa:
Cakupan layanan yang lebih luas
Kapasitas jaringan lebih besar
Potensi peningkatan kualitas layanan
Ekspansi internet ke wilayah baru
Bagi industri, langkah ini menunjukkan bahwa pasar broadband Indonesia mulai memasuki fase konsolidasi.
Di tengah kebutuhan data yang terus meningkat, operator tidak lagi hanya berlomba menambah pelanggan, tetapi juga memperkuat infrastruktur agar mampu melayani lonjakan trafik digital dalam jangka panjang.
Penutup
Lahirnya MoraRepublic menandai salah satu peristiwa paling penting dalam industri broadband Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dengan 12,7 juta homepass, lebih dari 2,6 juta pelanggan, dan jaringan fiber optik sepanjang 166 ribu kilometer, perusahaan ini memiliki modal besar untuk memperluas konektivitas digital nasional.
Namun ukuran besar hanyalah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana MoraRepublic mengubah skala tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat posisinya di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Pantau terus perkembangan MoraRepublic dan industri broadband Indonesia untuk melihat bagaimana merger besar ini akan membentuk peta persaingan internet nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Internet Rakyat Rp100 Ribu Jadi Senjata Baru WIFI Rebut Pasar Broadband Nasional
Baca Juga: Presiden Pezeshkian Ambil Langkah Besar, Iran Pulihkan Akses Internet Usai Gelombang Demo Berdarah
FAQ
Apa itu MoraRepublic dan bagaimana perusahaan ini terbentuk?
MoraRepublic adalah nama baru PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang lahir dari penggabungan usaha Moratelindo dan MyRepublic yang efektif pada 22 April 2026. Melalui merger ini, perusahaan menggabungkan kekuatan jaringan backbone nasional, kabel fiber optik, data center, serta jaringan FTTH yang menjangkau jutaan rumah di Indonesia. Penggabungan tersebut bertujuan membentuk platform infrastruktur digital terintegrasi yang mampu mempercepat pemerataan akses internet dan memperkuat daya saing di industri broadband nasional.
Berapa jumlah homepass yang dimiliki MoraRepublic setelah merger?
Setelah merger efektif berlaku, MoraRepublic memiliki lebih dari 12,7 juta homepass yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Homepass merupakan jumlah rumah atau bangunan yang telah terjangkau jaringan fiber optik dan berpotensi menjadi pelanggan layanan internet. Angka ini menjadikan MoraRepublic sebagai salah satu perusahaan FTTH terbesar di Indonesia dan memberikan ruang pertumbuhan yang besar untuk meningkatkan jumlah pelanggan di masa mendatang.
Mengapa angka 12,7 juta homepass penting dalam industri internet?
Jumlah homepass merupakan salah satu indikator utama dalam industri FTTH karena menunjukkan luasnya cakupan jaringan yang dimiliki sebuah operator internet. Semakin besar homepass, semakin besar pula peluang perusahaan untuk memperoleh pelanggan baru tanpa harus membangun jaringan dari awal. Dalam konteks MoraRepublic, kepemilikan 12,7 juta homepass menunjukkan kapasitas ekspansi yang sangat besar dan memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan bisnis broadband Indonesia.
Apa target ekspansi MoraRepublic pada tahun 2026?
MoraRepublic menargetkan penambahan sekitar 5 juta homepass dan 1,5 juta pelanggan baru sepanjang tahun 2026. Selain itu, perusahaan berencana memperluas jaringan FTTH ke sekitar 186 kota dan kabupaten di Indonesia. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pasca-merger untuk memperkuat penetrasi pasar internet rumah sekaligus meningkatkan skala bisnis perusahaan di berbagai wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Apa itu Proyek Rising 8 yang dikembangkan MoraRepublic?
Rising 8 merupakan proyek jaringan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Proyek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas backbone nasional dan konektivitas internasional Perseroan. Dengan teknologi repeater kabel bawah laut berkualitas tinggi, Rising 8 diharapkan mampu meningkatkan keandalan jaringan, memperbesar kapasitas transfer data, serta mendukung kebutuhan digital yang terus meningkat di Indonesia dan kawasan regional.
Apa fungsi layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang dikembangkan MoraRepublic?
Fixed Wireless Access atau FWA adalah layanan internet berbasis jaringan nirkabel yang digunakan untuk melengkapi jaringan fiber optik. Teknologi ini memungkinkan akses internet berkecepatan tinggi menjangkau wilayah yang belum ekonomis atau belum memungkinkan dilayani oleh FTTH. Melalui pengembangan lebih dari 1.000 site FWA yang ditargetkan pada 2026, MoraRepublic berharap dapat memperluas konektivitas digital ke lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia.
Bagaimana prospek bisnis MoraRepublic setelah merger Moratelindo dan MyRepublic?
Prospek MoraRepublic dinilai cukup menjanjikan karena perusahaan kini memiliki kombinasi aset yang kuat, mulai dari jaringan backbone nasional, kabel bawah laut, data center, layanan enterprise, hingga jaringan FTTH dengan jutaan homepass. Di tengah meningkatnya kebutuhan internet rumah, layanan cloud, transformasi digital perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, MoraRepublic memiliki peluang besar untuk memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri telekomunikasi dan broadband nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Urusan Hary Tanoe dan Mbak Tutut Sudah Kelar, Jusuf Hamka Diduga Lakukan Klaim Sepihak
- 2Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 5Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 6Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026, Lengkap dengan Riwayat Head to Head dan Susunan Pemain
- 8Prediksi Skor Portugal vs Nigeria: Skor, Head to Head, Susunan Pemain, dan Analisis Peluang Menang Jelang Piala Dunia 2026
- 9Kelelahan Usai Pergi Haji, Bos Maktour Minta Pemeriksaan KPK Dijadwal Ulang
- 10Prabowo: Kunjungan Presiden Jerman Jadi Momentum Penting di Tengah Dinamika Global




