Iklan ChatGPT Masuk Indonesia, Ini yang Berubah untuk Pengguna Gratis

AKURAT.CO Pengguna ChatGPT di Indonesia mulai memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diuji di Amerika Serikat dan diperluas ke sejumlah negara, Iklan ChatGPT kini hadir di Indonesia sebagai bagian dari ekspansi OpenAI ke Asia Tenggara dan Taiwan.
OpenAI mengumumkan perluasan tersebut pada 24 September 2026. Indonesia menjadi salah satu dari tujuh pasar baru yang mendapatkan akses ChatGPT Ads, bersama Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Dengan ekspansi ini, iklan ChatGPT telah tersedia di lebih dari 60 negara.
Bagi pengguna biasa, perubahan paling mudah terlihat bukan pada cara ChatGPT menjawab pertanyaan, melainkan pada ruang di bawah jawaban. OpenAI menjelaskan bahwa iklan dapat muncul di bawah respons ChatGPT dan diberi label secara jelas sebagai iklan.
Iklan Muncul di Bawah Jawaban, Bukan Menyisip di Dalam Respons
OpenAI mengatakan iklan berjalan pada sistem yang terpisah dari model percakapan. Pengiklan tidak dapat membentuk, memberi peringkat, atau mengubah jawaban yang diberikan ChatGPT. Dengan kata lain, iklan merupakan penempatan komersial yang terpisah dari respons AI.
Untuk saat ini, iklan dapat muncul pada akun Free dan Go yang memenuhi syarat di wilayah tempat pengujian berlangsung. OpenAI menyatakan pengguna Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu tidak mendapatkan iklan.
Akun yang diidentifikasi sebagai milik pengguna di bawah 18 tahun juga tidak ditampilkan iklan. Formatnya juga berbeda dari iklan tradisional di media sosial. Iklan ditempatkan setelah respons selesai dan dipisahkan secara visual.
OpenAI mengatakan sistem iklannya mempertimbangkan sejumlah sinyal untuk menentukan iklan yang relevan, termasuk konteks dan tujuan percakapan saat itu. Jika personalisasi iklan diaktifkan, sinyal tertentu dari pengalaman pengguna yang lebih luas di ChatGPT juga dapat digunakan.
Hal ini membuat iklan di ChatGPT menjadi menarik karena konteks percakapan biasanya jauh lebih spesifik daripada aktivitas pengguna ketika sekadar membuka media sosial.
Misalnya, seseorang sedang mencari laptop, membandingkan harga, atau mencari rekomendasi perangkat. Dalam situasi seperti itu, iklan dapat muncul berdekatan dengan percakapan yang memang sedang membahas kebutuhan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








