Puasa Dividen, PTPP Putuskan Laba 2024 Sebesar Rp415,64 Miliar Untuk Modal Kerja
Camelia Rosa | 30 April 2025, 22:47 WIB

AKURAT.CO Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP (Persero) menyepakati laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp415,6 miliar menjadi laba ditahan atau cadangan perusahaan. Artinya, tidak ada dividen yang dibagikan atas kinerja tahun buku 2024.
"Sudah dibahas dalam RUPS itu sebagai cadangan, keuntungan yang ada (laba bersih 2024)," jelas Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad di sela konferensi pers usai RUPST yang digelar di Plaza PTPP, Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto mengungkapkan keputusan itu lantaran PT PP membutuhkan modal yang besar untuk mengerjakan berbagai proyek infrastruktur.
"Dividen ditetapkan sebagai cadangan atau sebagai laba ditahan, karena di sektor konstruksi, khususnya BUMN karya, terkait dengan modal kerja ini cukup tight banget," terang Agus.
Apalagi pemerintah melakukan pemblokiran sejumlah anggaran dan membukanya secara pertahap, khususnya terhadap anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Sebagaimana kita ketahui di periode triwulan pertama ini, kan baru beberapa yang dibuka blokir anggaran. Itu kan baru beberapa, khususnya yang di IKN ini sudah, dan di Kementerian PU juga bertahap. Nah tentunya cadangan ini kita gunakan untuk memperkuat struktur permodalan kita," tutur Agus.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, PTPP laba bersih PTPP turun 13,65% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp481,37 miliar. Pendapatan perusahaan mencapai Rp19,81 triliun, tumbuh 7,3% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp18,46 triliun.
Hingga akhir 2024, PTPP memiliki kas dan setara kas sebesar Rp4,18 triliun, naik tipis, yakni 0,2% secara year on year (yoy). Aset perusahaan hingga akhir 2024 sebesar Rp56,58 triliun, naik tipis, yakni 0,11% (yoy). Nilai tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp15,25 triliun, tumbuh 0,74% (yoy), dan liabilitas Rp41,33 triliun, turun 0,11% (yoy).
Sebagai informasi, keputusan PT PP tidak membagikan dividen ini sejatinya sama dengan tahun lalu. Dimana perusahaan memutuskan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp481,3 miliar sebagai cadangan.
BUMN Karya ini terakhir kali membagikan dividen kepada pemegang saham pada 2020. Saat itu PT PP menebar dividen sebesar Rp33,84 per saham dengan rasio 22,5 persen dari laba bersih tahun buku 2019.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





