Menteri Ara: 2.000 Rumah dari CSR Dibangun untuk Korban Bencana Sumatera

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengungkapkan bahwa sebanyak 2.000 unit rumah akan dibangun untuk para penyintas bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut, menurutnya, telah disampaikan sejumlah perusahaan yang siap terlibat dalam proses pembangunan.
Ara mengatakan bantuan ini merupakan bentuk gotong royong nasional dalam mendukung pemulihan warga terdampak bencana di Sumatera.
Baca Juga: Menteri PKP Siapkan 5.000 Rumah Subsidi Untuk Wartawan di 2026
Dirinya memastikan ribuan unit hunian itu akan diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya sampaikan nanti CSR-CSR sudah ada yang berkomitmen untuk membantu membangun 2.000 rumah untuk korban saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Ara menegaskan, partisipasi sektor swasta melalui skema CSR menjadi penguatan penting bagi upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Ini adalah bentuk gotong royong. Saya sudah mendapatkan komitmen 2.000 rumah yang siap untuk dibantu kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah di Sumatera,” katanya.
Baca Juga: Menteri PKP Gelar Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi pada 18 Desember 2025
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan aspek penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap maupun sementara.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kebutuhan lahan bagi para penyintas.
Nusron menjelaskan bahwa apabila lokasi hunian belum tersedia, Kementerian ATR/BPN akan mengajukan penggunaan lahan negara yang saat ini berstatus Hak Guna Usaha (HGU) di sejumlah wilayah terdampak.
Upaya tersebut untuk memastikan pembangunan hunian dapat segera dimulai tanpa hambatan administratif.
“Kalau masyarakat korban bencana di tiga provinsi membutuhkan hunian dan lahannya tidak tersedia, kami akan meminta lahan negara yang saat ini digunakan sebagai HGU,” katanya.
Meski demikian, Nusron mengakui bahwa pihaknya belum melakukan survei lokasi secara menyeluruh terkait penyediaan lahan tersebut. Ia menyebut proses pendataan dan pemetaan kebutuhan akan dilakukan sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Langkah percepatan penyediaan lahan sebelumnya telah ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Presiden memerintahkan pencabutan sementara sejumlah HGU di sekitar area relokasi sebagai bagian dari upaya penanganan darurat.
Kebijakan itu bertujuan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








