Akurat Logo

Pemerintah Siapkan Alternatif Sejumlah Bandara Yang Tertutup Abu Vulkanik Anak Krakatau

Esha Tri Wahyuni | 7 September 2026, 17:53 WIB
Pemerintah Siapkan Alternatif Sejumlah Bandara Yang Tertutup Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sejumlah bandara ditutup sementara imbas abu vulkanik anak krakatau

AKURAT.CO Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengganggu konektivitas transportasi udara di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik yang mencapai ruang udara di sekitar Jakarta dan wilayah lainnya membuat sejumlah bandara harus ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.

Pemerintah kini menyiapkan sejumlah opsi transportasi dan bandara alternatif untuk menjaga mobilitas masyarakat di tengah gangguan penerbangan tersebut. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus dilakukan untuk menentukan kapan operasional bandara dapat kembali dibuka.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemangku kepentingan lainnya untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.

Baca Juga: Sejumlah Bandara Masih Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik, Pemerintah Siapkan 6 Bandara Alternatif

"Hari ini saya berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Perhubungan, dengan Kepala BMKG, kemudian tentunya berbagai stakeholders lain yang terkait dengan situasi terkini. Kita mengetahui erupsi Anak Gunung Krakatau telah mengakibatkan debu atau abu vulkanik yang menyebar sampai dengan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," kata AHY dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026)

Sebaran abu vulkanik tersebut menjadi persoalan serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu keselamatan pesawat. BMKG dalam pemantauannya pada Minggu (6/9/2026) mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

BMKG juga mencatat sebaran abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, sementara abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan perkembangan ruang udara.

Berdasarkan informasi keselamatan penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia, sejumlah bandara terdampak penutupan sementara.

Di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung dan Budiarto Curug. AHY menegaskan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan.

Maskapai dan pengelola bandara diminta tidak mengabaikan prosedur keselamatan meskipun penutupan bandara berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat.

"Kita mengetahui bahwa vulkanik ini tentunya mengandung bahaya bagi penerbangan. Maskapai tentunya harus benar-benar menaati SOP, protap yang menjunjung tinggi faktor keselamatan, safety first, itu adalah prinsip yang tidak boleh ditawar. Begitu pula pengelola bandara," ujarnya.

Untuk mengurangi dampak penutupan bandara di sekitar Jakarta, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif sebagai lokasi pendaratan penerbangan yang mengalami pengalihan atau diversion.

Sejumlah alternatif yang disiapkan antara lain Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, serta Bandara Juanda di Surabaya.

Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas ketika penerbangan tidak dapat dilayani di bandara tujuan semula. Pada Minggu (6/9/2026), misalnya, terdapat penerbangan yang dialihkan ke Kertajati menyusul gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik.

Pemerintah juga memperhatikan penumpang yang terdampak pembatalan maupun pengalihan penerbangan. AHY mengatakan terdapat sekitar 150 ribu penumpang yang terdampak dan masih menunggu perkembangan kondisi operasional bandara.

Angka tersebut kemudian meningkat dalam pembaruan pemerintah dan operator penerbangan seiring meluasnya dampak penutupan sejumlah bandara.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, pada perkembangan berikutnya menyebut 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara, dengan sekitar 170 ribu penumpang terkena dampaknya.

Kondisi tersebut menunjukkan gangguan akibat abu vulkanik tidak hanya berdampak pada satu rute penerbangan, tetapi berpotensi memengaruhi jaringan konektivitas udara secara lebih luas. Di tengah gangguan penerbangan, pemerintah meminta maskapai memberikan informasi secara terbuka kepada penumpang.

Informasi tersebut mencakup perubahan jadwal, pengalihan penerbangan hingga opsi pengembalian dana atau refund bagi penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.

AHY meminta maskapai tetap memberikan pelayanan kepada penumpang meskipun kondisi erupsi merupakan keadaan di luar kendali operator.

Dilakukan paper test itu setiap 4 jam sehingga harusnya jam sekian, 18.00 ini dilakukan paper test lagi untuk memastikan apakah sudah berkurang dan apakah memungkinkan untuk dibuka kembali bandara-bandara yang sementara ditutup tadi.

"Jadi prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan informasi yang akurat, maskapai tidak boleh tidak terbuka dan kemudian walaupun ini force major, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik," kata AHY.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah konsentrasi abu vulkanik di ruang udara sudah memungkinkan bagi pesawat untuk kembali beroperasi.

Keputusan pembukaan bandara tidak hanya bergantung pada waktu penutupan, tetapi pada perkembangan sebaran abu dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Selain mengandalkan bandara alternatif, pemerintah juga menyiapkan moda transportasi lain untuk menjaga mobilitas masyarakat. Transportasi darat, termasuk kereta api, dipantau untuk mendukung pergerakan penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

Sementara itu, transportasi penyeberangan laut di Selat Sunda masih dapat beroperasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Pemerintah juga meminta operator dan masyarakat mengikuti arahan otoritas terkait apabila kondisi di lapangan berubah.

Kondisi tersebut penting karena jalur transportasi laut menjadi salah satu alternatif konektivitas antara Pulau Jawa dan Sumatera ketika penerbangan terganggu.

Hingga pembaruan pemerintah pada 6 September, jalur penyeberangan Merak-Bakauheni masih dilaporkan beroperasi dan kondisi perairan relatif aman.

Pemerintah belum dapat memastikan kapan seluruh bandara yang terdampak akan kembali beroperasi normal. Keputusan tersebut akan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik di ruang udara.

BMKG memperkuat pemantauan selama 24 jam dan menerbitkan informasi keselamatan penerbangan secara berkala. Hingga 6 September, BMKG telah menerbitkan 18 SIGMET atau peringatan terkait kondisi meteorologi signifikan bagi penerbangan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih berlangsung. Pemerintah melalui otoritas terkait terus memantau perkembangan erupsi, sementara status aktivitas gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga.

AHY menegaskan pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan konektivitas tetap berjalan selama kondisi darurat berlangsung.

"Kita ingin memastikan bahwa keselamatan masyarakat menjadi yang utama, tetapi di saat yang sama kita juga harus terus menjaga konektivitas dan mobilitas masyarakat," kata AHY.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.