Gengtengisasi Serap 500 Ribu Genteng Produksi UMKM Plered

AKURAT.CO Gerakan Gentengisasi mulai diarahkan bukan hanya untuk mendorong penggunaan genteng sebagai material atap rumah, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sentra-sentra produksi genteng daerah.
Plered, Purwakarta, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah yang didorong untuk kembali meningkatkan produksi setelah pemerintah melepas 500.000 keping genteng untuk didistribusikan ke berbagai daerah. Sebanyak 125 truk membawa genteng dari Plered pada Jumat (2/10/2026). Masing-masing truk mengangkut sekitar 4.000 keping genteng.
Pelepasan dilakukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein di Lapangan Pasar Citeko, Plered, Purwakarta.
Baca Juga: 34 UMKM Majalengka Siapkan 2,4 Juta Genteng untuk Program Gentengisasi Perumahan
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, Gerakan Gentengisasi merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mendorong penggunaan material atap yang dinilai lebih nyaman bagi masyarakat.
Namun, menurutnya, program tersebut juga dapat memberikan efek lanjutan terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
"Program ini juga bisa menghidupkan kembali sentra-sentra genteng di Indonesia, termasuk Plered. Kalau industrinya bergerak, ekonomi ikut bergerak, lapangan kerja juga terbuka, mulai dari pengrajin genteng sampai para pengemudi yang mengangkutnya," kata Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).
Plered selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan tanah liat dan produksi genteng. Dengan adanya dorongan penggunaan genteng, permintaan terhadap produk dari sentra tersebut diharapkan ikut meningkat.
Efek ekonominya tidak hanya berada di tingkat produsen. Ketika produksi meningkat, aktivitas ekonomi juga dapat menjalar ke rantai usaha lain, mulai dari pengadaan bahan baku, tenaga kerja, transportasi hingga distribusi produk ke daerah tujuan.
Tito mengatakan penggunaan genteng juga memiliki pertimbangan dari sisi kenyamanan hunian. Menurutnya, genteng dapat membuat rumah lebih sejuk dibandingkan penggunaan seng dan menghasilkan suara yang lebih rendah ketika hujan.
"Kalau menggunakan genteng, rumah lebih sejuk dan ketika hujan tidak terlalu bising. Dari sisi keindahan juga lebih baik. Genteng tanah liat juga merupakan produk yang khas dari Indonesia," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










