Kementerian Komdigi Alihkan Aset 45 Ha Lahan di Depok ke Kementerian PKP Untuk Pembangunan 150 Ribu Rumah Subsidi

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana mengalihkan aset berupa lahan seluas 45 hektare di Depok, Jawa Barat, kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung program penyediaan rumah bagi masyarakat.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid mengatakan, pengalihan aset tersebut merupakan hasil rapat bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meutya berharap proses pengalihan dapat segera ditindaklanjuti untuk mempercepat program prioritas pemerintah di sektor perumahan.
Baca Juga: Ara Kebut Pembiayaan Rumah Subsidi dan Bedah Rumah di Housing Expo 2026
"Pada intinya kami sangat berterima kasih kepada BPK karena rapat hari ini akhirnya membuahkan sebuah hasil yang insya Allah akan cukup konkret untuk segera dilaksanakan, yaitu iktikad dari kami, dari Kementerian Komdigi untuk mengalihstatuskan lahan seluas 45 hektare kepada Kementerian PKP untuk mendukung program prioritas Presiden, yaitu perumahan untuk rakyat," kata Meutya di Gedung BPK, Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP, Maruarar Sirait menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, lahan 45 hektare merupakan aset yang cukup besar untuk mendukung penyediaan hunian, khususnya rumah susun subsidi.
"Saya juga berterima kasih kepada Ibu Meutya Hafid, Menteri Komdigi Republik Indonesia, karena sudah memberikan dukungan yang luar biasa berupa pengalihan aset seluas 45 hektare di Depok," ujar Maruarar.
Maruarar bahkan membandingkan luas lahan tersebut dengan aset yang sebelumnya diberikan Lippo untuk pembangunan hunian di Meikarta, yakni sekitar 30 hektare. "Itu sangat besar, lebih besar dari hibah dari Lippo di Meikarta yang sebesar 30 hektare," katanya.
Dengan desain pembangunan yang tepat, Maruarar memperkirakan lahan tersebut dapat menampung lebih dari 150 ribu unit hunian. "Lalu saya duga dengan desain yang baik, saya rasa bisa lebih dari 150 ribu unit," ungkapnya.
Ia mengatakan perkiraan tersebut berkaca pada rencana pemanfaatan lahan sekitar 30 hektare di Meikarta yang dalam desain awal disebut dapat menampung sekitar 141 ribu unit.
Meski demikian, jumlah unit yang nantinya dapat dibangun di atas lahan 45 hektare tersebut masih harus dihitung lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









