AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,75% (127,31 poin) ke level 7.161,5 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin siang, 1 April 2024.
Sepanjang perdagangan IHSG terus bergerak melemah, bahkan laju IHSG drop semakin dalam dengan sempat menyentuh level terendah 7.159,3, dengan rentang perdagangan pada area level 7.159,3–7.295.
Nilai perdagangan pada sesi I mencapai Rp5,46 triliun dan jual saham sebanyak 8,84 miliar saham yang ditransaksikan. Tercatat hanya ada penguatan 138 saham dan sebanyak 472 saham terjadi pelemahan. Sisanya 164 saham stagnan.
Sejumlah sektor saham juga menjadi pemberat laju indeks pada perdagangan hari ini. Sektoral saham transportasi, keuangan, dan kesehatan mencatatkan koreksi paling dalam, dengan masing-masing minus 3,27%, 3,16% dan 2,86%.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan IHSG hari ini bakal bergerak di kisaran 7.212-7.389.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditaksir Menguat Terbatas ke Kisaran 7.289-7.401
Menurutnya, kondisi perekonomian yang cukup stabil dapat memberikan perkiraan inflasi dalam kondisi normal dan stabil, sehingga jika terjadi kenaikan merupakan hal wajar di mana perekonomian terlihat mulai bergerak seiring dengan mulai membaiknya situasi.
"Namun selama rentang konsolidasi belum mampu digeser ke arah yang lebih baik maka para investor masih harus mewaspadai adanya potensi tekanan terbatas," ujarnya dikutip Senin (1/4/2024).
William merekomendasikan sejumlah menu saham hari ini, termasuk INDF, AALI, BMRI, ICBP, AKRA, TBIG dan ASRI.
Sebelumnya IHSG mengakhiri pekan lalu ditutup turun 0,3% ke level 7.288,8 di tengah bursa-bursa regional yang ditutup bervariasi. Sektor-sektor di IHSG pun bergerak variatif menjelang libur Hari Raya Paskah pada Jumat pekan lalu.
Sektor konsumer ditutup menguat namun sektor perbankan ditutup melemah dan menjadi kontributor utama pelemahan IHSG dengan BBRI yang turun 3,2%. JII di sisi lain ditutup menguat 0,2% ke level 520,0 ditopang oleh ICBP yang naik 5,5%.
Adapun pasar obligasi berhasil berbalik arah dari hari Rabu pekan lalu dimana seri-seri acuan tertekan lumayan dalam. Meskipun demikian aksi beli beberapa investor tampak tidak berhasil membawa indeks bergerak naik.
Indeks obligasi IBPA ditutup flat 0,01% ke level 370,6. Jelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri minggu depan Pemerintah tidak akan menyelenggarakan lelang obligasi baik konvensional maupun syariah, dan akan diselenggarakan kembali pada tanggal 23 April 2024 untuk obligasi syariah negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










