Erick Thohir Buka Suara Soal Danantara Masuk RUU BUMN

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara perihal masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN.
"Oh, kalau masalah prosesnya kan itu inisiasi DPR. Jadi semua di DPR yang melakukan daripada proses, daripada RUU itu sendiri," jelas Erick ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Namun diakui Erick, pihaknya menyambut positif hal ini lantaran sesuai dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Analis Pasar Modal Akui Kompetensi Pandu Sjahrir, Bakal CEO Danantara Superholding BUMN
"Saya menyambut positif karena memang kan sesuai dengan visi Bapak Presiden, bagaimana pengelolaan dan tadi penggabungan aset BUMN ini bisa menjadi bagian membangun negara kita yang mandiri," tuturnya.
Selain mengenai Danantara, Erick juga menyambut baik pembahasan RUU BUMN ini karena ada beberapa poin-poin yang sebelumnya memang sudah disampaikan oleh pimpinan Komisi VI DPR RI pada Kamis (23/1/2025) kemarin.
Adapun salah satu yang juga dibahas dalam RUU BUMN ini yaitu mengenai restrukturisasi.
"Jadi selama ini kalau teman-teman ingat beberapa proses misalnya perusahaan BUMN yang pengelolaannya tidak baik, yang kita juga melihat juga peningkatannya tidak maksimal, kan salah satunya kita lakukan penutupan. Nah ini prosesnya panjang, nah dengan RUU ini sepertinya bisa dipersingkat. Hal-hal ini saya rasa positif tapi detailnya nanti kan ada Panja nya," terang Erick.
Oleh sebab itu, Erick menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendahului isi yang akan dibahas dalam Panja tersebut. Apalagi dirinya mengaku belum mengetahui secara lebih rinci apa saja poin-poin yang akan dibahas dalam Panja tersebut.
"Tapi pandangan dari pemerintah yang disampaikan kemarin oleh saya sebagai tugas dari Bapak Presiden kita menyambut positif, karena tadi poin-poin yang diinginkan oleh Bapak Presiden," urainya.
"(Salah satu poin Danantara?), itu salah satunya. Salah satunya nanti aset dan investasi dikonsolidasi," lanjut Erick.
Sementara itu, perihal kabar yang menyebutkan Danantara akan diresmikan pada 14 Februari 2025 mendatang, Erick menyebutkan baha dirinya belum mengetahui hal tersebut karena kajian ada di DPR RI bukan di pihaknya.
Ia pun membenarkan bahwa Danantara sejatinya baru akan terbentuk jika RUU BUMN ini sudah rampung. "Seperti itu mestinya, kita tunggu saja," jelas Erick.
"(Intinya) ini bukan inisiasi Menteri BUMN atau inisiasi pemerintah. Ini inisiasi DPR. Jadi nanti penggodokan disana kita akan lakukan. Tapi baguslah, positif karena ini bisa memperkuat tadi strategi yang Bapak Presiden harapkan," tukas Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









