Danantara Gandeng PLN Dorong Proyek EBT Lewat Skema Investasi

AKURAT.CO Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Melalui kerja sama strategis ini, DIM akan menjajaki peluang investasi pada proyek-proyek pembangkit listrik berbasis EBT yang dikembangkan melalui anak usaha PLN, yaitu PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).
Sebagai sovereign fund dengan mandat ganda, Danantara Indonesia berinvestasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Sejalan dengan tantangan perubahan iklim dan kebutuhan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu sektor prioritas investasi Danantara Indonesia.
Baca Juga: Danantara dan BP BUMN Kerahkan 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Tangani Bencana Sumatera
Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect yang signifikan, baik terhadap perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan energi nasional, maupun penciptaan lapangan kerja hijau.
PLN sebagai penyedia listrik nasional yang mengedepankan prinsip keberlanjutan memiliki visi yang sejalan dalam mendorong transisi energi di Indonesia.
Berbagai langkah telah dilakukan oleh PLN untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan secara bertahap dan terukur.
Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat bauran energi bersih dan menurunkan emisi, sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang disusun oleh Pemerintah.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa Danantara Indonesia hadir sebagai institusi investasi strategis yang berorientasi jangka panjang.
Selain itu, kerjasama ini dapat berperan penting dalam tujuan Indonesia mencapai swasembada energi dan menyikapi kondisi perubahan iklim (climate change) yang semakin mendesak.
Baca Juga: Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan di Makkah, Pemerintah Klaim Bisa Tekan Biaya Haji
“Penandatanganan HoA ini menjadi tonggak awal dalam menjajaki kebutuhan investasi strategis yang besar, mendorong pengembangan EBT yang andal, serta memperkuat posisi Indonesia dalam swasembada energi, transformasi hijau, serta menyikapi kondisi perubahan iklim yang kita alami bersama,” kata Pandu dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Sementara, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan kolaborasi yang erat dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.
“Kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN dalam mengembangkan energi terbarukan secara lebih terstruktur, sekaligus memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam RUPTL dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” ungkap Darmawan.
RUPTL menetapkan rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 GW, dengan sekitar 76% di antaranya berasal dari energi terbarukan.
Melalui kerja sama ini, Danantara Indonesia dan PLN akan menggabungkan kapabilitas investasi dan keahlian operasional di sektor ketenagalistrikan, sehingga pencapaian target energi terbarukan nasional dapat didorong secara lebih optimal.
Penandatanganan HoA ini merupakan tahap awal dari rencana penjajakan kerja sama investasi antara Danantara Indonesia dan PLN.
Rincian lebih lanjut mengenai bentuk dan struktur investasi akan diumumkan pada waktunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta hasil proses uji tuntas yang dilakukan oleh para pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









