IHSG Tertekan, BEI: Analisis Secara Objektif, Jangan Hanya Disetir Sentimen Negatif!
Hefriday | 8 April 2025, 12:28 WIB

AKURAT.CO Bursa saham Indonesia dibuka dengan suasana kurang bersahabat usai libur panjang Lebaran 1446 H. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok lebih dari 9% di awal perdagangan Selasa (8/4/2025).
Penurunan tajam ini jadi perhatian besar pelaku pasar, apalagi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang bikin pasar global gonjang-ganjing.
Meski kondisi pasar sedang tidak bersahabat, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik tetap mengingatkan para pelaku pasar untuk nggak gampang panik.
Ia mengimbau agar keputusan investasi tetap didasarkan pada analisa fundamental dan teknikal yang matang.
“Pasar bisa kok menganalisis kondisi secara objektif. Justru di tengah ketidakpastian kayak sekarang, kita perlu lebih jernih melihat data,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Menurutnya, BEI tidak ingin harga-harga saham di bursa ditentukan semata-mata karena rasa takut atau kebingungan.
“Kita pengin proses price discovery-nya tetap rasional. Jangan sampai bursa kita disetir sentimen negatif semata,” tambahnya.
Jeffrey juga menyampaikan bahwa BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyesuaikan ketentuan terkait penghentian sementara perdagangan (trading halt) dan batas Auto Rejection Bawah (ARB).
Penyesuaian ini mulai berlaku hari ini, Selasa (8/4/2025), sebagai respons terhadap kondisi pasar global yang masih sangat fluktuatif.
Langkah tersebut diambil agar pasar tetap punya ruang bernapas, dan investor bisa mengambil keputusan dengan kepala dingin, bukan karena terburu-buru atau panik.
“Ini strategi kami untuk menjaga stabilitas pasar,” katanya.
Penyesuaian ARB itu juga dianggap penting sebagai tameng menghadapi dampak dari kebijakan Trump yang memberlakukan tarif impor 10% untuk semua negara.
Sentimen global ini sebelumnya juga telah menjatuhkan indeks saham di Amerika dan Eropa.
BEI bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan pada pukul 09.00 WIB karena IHSG terjun lebih dari 8%. Hal ini sesuai dengan protokol trading halt yang diberlakukan dalam kondisi darurat.
Hingga pukul 11.25 WIB, IHSG tercatat masih melemah cukup dalam, turun 494,17 poin atau 7,95% ke posisi 6.016,45.
Meski ada sedikit pemulihan dari posisi terendahnya di awal perdagangan, sentimen pasar masih cukup tertekan.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman menambahkan bahwa langkah-langkah penyesuaian ini diambil untuk mengantisipasi gejolak global akibat kebijakan dagang dari Amerika.
“Kita tidak bisa mengontrol sentimen global, tapi kita bisa mengelola respons kita di dalam negeri,” ujar Iman.
BEI mengingatkan kembali bahwa pasar saham adalah arena jangka panjang.
Investor diimbau tetap tenang, bijak membaca situasi, dan berpegang pada analisa yang logis ketimbang termakan isu-isu panas yang belum tentu pasti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






