Bos Finex: Peluang Investasi Dua Arah Lebih Terbuka Saat Pasar Fluktuatif
Hefriday | 24 Mei 2025, 22:44 WIB

AKURAT.CO Dalam situasi meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, PT Finex Berjangka melihat situasi ini bukan semata sebagai tantangan, tetapi justru sebagai peluang strategis untuk meningkatkan literasi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam instrumen derivatif.
Melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan teknologi, Finex memperkuat perannya sebagai pelaku utama dalam membangun ekosistem keuangan nasional yang adaptif dan inklusif.
CEO Finex Berjangka, Agung Wisnuaji, menyatakan bahwa kondisi pasar saat ini yang ditandai dengan lonjakan harga emas hingga menembus level USD3.700 per troy ounce menjadi refleksi penting bahwa volatilitas pasar bukan hanya soal risiko.
“Justru dalam pasar yang fluktuatif, peluang investasi dua arah menjadi lebih terbuka, asalkan disikapi dengan strategi yang matang dan pemahaman memadai,” ujar Agung dalam di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).
Menurut Agung, pergeseran pendekatan dari investor global yang cenderung konservatif dengan filosofi cash is king memberikan ruang bagi investor lokal untuk memanfaatkan valuasi aset yang sedang dalam posisi menarik.
Hal ini menjadikan pasar derivatif sebagai alternatif investasi yang layak dipertimbangkan di tengah gejolak ekonomi.
Instrumen seperti emas, minyak, perak, hingga pasangan mata uang dinilai tetap menjanjikan, khususnya karena pasar derivatif memungkinkan investor untuk mengambil posisi beli (long) maupun jual (short), tergantung pada arah pergerakan harga.
Fleksibilitas ini menjadi keunggulan utama yang tidak ditemukan pada banyak instrumen investasi konvensional.
Sebagai bentuk komitmen terhadap edukasi finansial, Finex telah menggelar lebih dari 60 seminar edukasi trading di berbagai kota di Indonesia sepanjang tahun 2025. Program ini tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini kurang terpapar literasi keuangan digital.
Selain edukasi langsung, Finex juga memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam membantu proses pengambilan keputusan para trader.
Namun Agung menekankan bahwa AI harus dilihat sebagai alat bantu, bukan pengganti dari analisis fundamental maupun teknikal yang tetap menjadi dasar dalam aktivitas perdagangan.
Sebagai perusahaan yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan status A+++, Finex menawarkan akses terhadap beragam instrumen perdagangan seperti mata uang, komoditas, hingga indeks global.
Hal ini membuka peluang diversifikasi yang luas bagi investor dari berbagai kalangan. Dari sisi pertumbuhan bisnis, Finex menargetkan peningkatan jumlah pengguna aktif hingga 40% pada akhir 2025.
Target ini dinilai realistis mengingat antusiasme masyarakat terhadap alternatif investasi yang fleksibel semakin meningkat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan nilai aset di tengah inflasi dan ketidakpastian.
Dengan strategi yang mengedepankan literasi, teknologi, dan kemudahan akses, Finex berupaya memperkuat peran pasar derivatif sebagai bagian penting dari sistem keuangan nasional.
“Kami yakin, dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif, pasar derivatif dapat menjadi motor penggerak baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia,” tukas Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








