Dukung Asta Cita Prabowo, APBN Jadi Andalan Redam Tekanan Global

AKURAT.CO Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali diposisikan sebagai tameng utama stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat fiskal semata, melainkan sebagai motor penggerak pembangunan, sekaligus peredam dampak dari tekanan eksternal.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pertemuan bersama First Deputy Managing Director IMF Gita Gopinath, di Jakarta, Jumat (14/6). Dalam diskusi tersebut, keduanya sepakat bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia harus menjaga disiplin fiskal agar mampu bertahan menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
“Indonesia tetap optimistis, namun kami tidak mengabaikan kehati-hatian. APBN akan tetap menjadi alat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan,” ujar Sri Mulyani.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Berpotensi Membebani APBN, Sri Mulyani Minta Waspada
Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah persiapan pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program Asta Cita yang dibawa dalam visi-misi presiden terpilih mencakup beragam program strategis, mulai dari transformasi ekonomi hingga pemerataan pembangunan desa. Semua ini membutuhkan peran APBN yang solid dan berkesinambungan.
Pada Mei 2025, defisit APBN tercatat hanya Rp21 triliun atau 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Ini menunjukkan ruang fiskal Indonesia masih relatif longgar, yang memungkinkan pemerintah tetap mengucurkan belanja pembangunan tanpa keluar dari batas defisit yang diatur dalam UU APBN, yakni 2,53% dari PDB atau sekitar Rp616,2 triliun.
Baca Juga: APBN Defisit Hingga Rp21 Triliun, Pemerintah Pastikan Tetap Terkendali
Dalam paparannya pada Economic Update 2025, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa ketidakpastian global dapat menciptakan pergeseran permanen dalam arsitektur ekonomi dunia. Untuk itu, Indonesia menyiapkan APBN sebagai alat countercyclical, yang mampu mendorong ekonomi ketika tekanan dari luar negeri datang bertubi-tubi.
Di sisi lain, pemerintah tetap memastikan belanja negara diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti infrastruktur dasar, perlindungan sosial, pendidikan, dan kesehatan.
Program bantuan langsung untuk menjaga daya beli masyarakat juga terus dilanjutkan sebagai upaya mendorong konsumsi rumah tangga, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
“Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, kami berharap pembangunan dapat terus berjalan dengan fondasi fiskal yang kuat,” kata Sri Mulyani.
Keseimbangan antara belanja dan pendapatan negara menjadi kunci utama. Di tengah peningkatan kebutuhan belanja negara, pemerintah terus memperkuat basis penerimaan negara, terutama dari pajak dan kepatuhan wajib pajak yang lebih luas dan efektif.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah untuk menjadikan APBN sebagai pilar utama keberlanjutan ekonomi Indonesia, sekaligus landasan kuat dalam mendukung pencapaian Asta Cita lima tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








