AKURAT.CO Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami tekanan signifikan dalam perdagangan Jumat, 4 Juli 2025. Harga saham emiten pelat merah yang bergerak di sektor pertambangan logam tersebut terpangkas sebesar 3,85% ke level Rp3.000 per saham.
Para analis kini memberikan peringatan kepada investor untuk lebih waspada terhadap potensi penurunan lanjutan, terutama bila saham menyentuh titik kritis di level Rp2.960.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/7/2025), secara teknikal, saham ANTM berada pada zona rawan. Berdasarkan analisis dari KB Valbury Sekuritas, level support harian saham ANTM ditetapkan di angka Rp2.960, sementara resistance atau batas atas berada di Rp3.080.
Apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus batas support tersebut, potensi koreksi ke level Rp2.840 pun menjadi risiko yang perlu diantisipasi.
“Waspada jika harga menembus Rp2.960. Stop loss di level Rp2.840,” ujar riset KB Valbury Sekuritas, dikutip Minggu (6/7/2025).
Baca Juga: Deretan Top Gainers Yang Terkerek Sentimen Positif IHSG, Ada Adro hingga ANTM
Meskipun mengalami tekanan pada perdagangan harian, saham ANTM tetap menarik perhatian investor karena dinilai masih memiliki potensi jangka menengah hingga panjang. Dalam seminggu terakhir, saham ANTM memang sempat menguat sebesar 2%.
Dari sisi fundamental, saham ANTM mendapatkan dukungan dari kinerja volume penjualan logam mulia, terutama emas, yang melonjak seiring dengan tren harga komoditas global.
Sementara itu, saham emiten tambang nikel lainnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, justru menunjukkan performa yang lebih stabil dan mendapatkan respons positif dari analis.
Berbeda dengan ANTM yang lebih fokus pada diversifikasi logam, termasuk emas dan nikel, NCKL lebih terspesialisasi dalam komoditas nikel.
Khusus untuk ANTM, keunggulan utama yang menjadi perhatian analis adalah eksposur yang kuat terhadap pergerakan harga emas, yang saat ini tengah menunjukkan tren penguatan.
Lebih lanjut, dalam riset yang sama, Macquarie memberikan rating outperform kepada beberapa saham sektor logam dan energi lainnya, seperti INCO, MDKA, HRUM, MBMA, dan ADMR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










