Hore, Reku Luncurkan Fitur 24 Jam Overnight Trading Saham AS
Hefriday | 21 Juli 2025, 16:47 WIB

AKURAT.CO PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Reku), salah satu platform investasi digital di Indonesia, resmi meluncurkan fitur baru berupa 24 jam overnight trading untuk saham Amerika Serikat (AS).
Inovasi ini memungkinkan para pengguna Reku untuk membeli dan menjual saham AS kapan pun, tanpa harus menunggu jam buka pasar AS yang biasanya dimulai malam hari waktu Indonesia.
Co-CEO Reku, Jesse Choi, menjelaskan bahwa fitur ini dapat digunakan investor mulai hari Senin pukul 07.00 WIB hingga Sabtu pukul 07.00 WIB. Dengan demikian, pengguna bisa melakukan transaksi saham AS sesuai kenyamanan waktu mereka di Indonesia.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen Reku untuk mempermudah akses masyarakat terhadap investasi global.
“Fitur tersebut juga merupakan komitmen Reku untuk terus membuat investasi aset global jadi lebih mudah bagi semua kalangan dan tipe investor,” ujar Jesse dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Baca Juga: Reku Edukasi Aset Digital di 10 Kota
Selama ini, perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Amerika menjadi tantangan utama bagi investor ritel lokal. Pasalnya, pasar saham AS baru buka pada pukul 21.30 hingga 04.00 WIB, yang seringkali berbenturan dengan waktu istirahat atau aktivitas utama investor di Indonesia.
“Berdasarkan diskusi Reku bersama pengguna, mereka kerap kali mengeluhkan perbedaan zona waktu tersebut. Terkadang, mereka tertidur atau begadang untuk berinvestasi saham AS sesuai jam pasar buka,” tutur Jesse.
Dengan adanya fitur overnight trading selama 24 jam, Jesse berharap zona waktu tidak lagi menjadi kendala bagi investor. Kini, masyarakat Indonesia bisa bertransaksi saham global tanpa harus mengorbankan rutinitas harian atau waktu istirahat mereka.
Tidak hanya itu, fitur ini juga memperluas fleksibilitas investasi yang tersedia di platform Reku. Sebelumnya, Reku sudah memungkinkan investasi kripto selama 24 jam. Kini, saham AS pun bisa diakses dalam waktu yang hampir sama luasnya, dengan sedikit penyesuaian waktu.
Jesse menambahkan bahwa fitur overnight trading menjadi pelengkap dari berbagai keunggulan yang ditawarkan Reku, seperti fitur Reku Packs.
Produk ini memberikan akses ke kumpulan saham unggulan, misalnya US Starter Packs dan Web3 Wall Street Fund, yang memungkinkan pengguna merasakan potensi industri blockchain tanpa harus langsung membeli aset kripto.
“Keunggulan tersebut menjadi bentuk nyata dari upaya kami menciptakan pengalaman investasi yang mudah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan investor modern,” jelas Jesse.
Ke depan, Reku berencana terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk yang relevan bagi investor Indonesia. Selain pengembangan fitur, edukasi dan peningkatan literasi keuangan juga menjadi fokus utama perusahaan.
Jesse menyebut, Reku akan menjalankan roadshow ke 10 kota besar di Indonesia dalam waktu dekat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait investasi global dan membantu mereka mencapai tujuan finansial masing-masing dengan lebih bijak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









