Volatilitas Harga Emas Dipengaruhi Geopolitik dan Kebijakan Global

AKURAT.CO Harga emas dunia masih menunjukkan volatilitas tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut pengamat pasar emas dan pelaku bisnis logam mulia, Ibrahim Assuaibi, kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari geopolitik, perang dagang, hingga intervensi kebijakan ekonomi negara adidaya seperti Amerika Serikat.
“Fundamental emas dunia saat ini cukup menarik. Namun ada lima faktor utama yang memengaruhinya, yaitu geopolitik, perang dagang, perkembangan teknologi, fluktuasi dolar AS, dan kebijakan bank sentral global,” ujar Ibrahim dalam acara Keren, Muda, dan Cuan Bersama Bullion Bank di Hotel Aryaduta, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, 31 Juli 2025: Galeri24 dan UBS Tampil Kompak Naikkan Tarif
Dirinya menyoroti ketegangan di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina sebagai salah satu pemicu utama ketidakpastian global yang turut mendorong harga emas.
Konflik tersebut memicu sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Rusia, yang pada akhirnya berdampak terhadap sistem keuangan global.
Selain itu, situasi di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Hamas serta ketegangan dengan Iran, turut menjadi perhatian.
“Timur Tengah itu pusat minyak dunia. Setiap ketegangan di sana berpengaruh besar terhadap harga energi, dan pada akhirnya memicu pelarian ke aset aman seperti emas,” jelasnya.
Ibrahim juga menyinggung soal perang dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara lain seperti Tiongkok dan Uni Eropa. Menurutnya, perang tarif yang dilancarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump memberikan efek signifikan terhadap ketidakstabilan ekonomi global.
“Trump menggunakan kebijakan ekonomi yang proteksionis. Bahkan sempat ingin mengintervensi bank sentral AS yang sejatinya independen. Itu memicu kekhawatiran pasar dan turut menaikkan harga emas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti data dari lembaga internasional seperti Bank Dunia dan OECD yang beberapa kali merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dalam dua tahun terakhir. Hal ini turut memperkuat ekspektasi bahwa investor akan semakin memburu emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).
Menurutnya, harga emas dunia saat ini diperkirakan memiliki support di level USD1.850 per troy ounce dan resistance di USD2.150.
“Kalau masyarakat ingin investasi emas, baiknya untuk jangka menengah hingga panjang. Jangan jangka pendek karena fluktuasinya tinggi dan bisa membuat panik,” ujar dia.
Ibrahim, yang sudah berkecimpung di industri logam mulia selama hampir dua dekade, juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat lewat berbagai platform, termasuk trading news mingguan. Ia berharap edukasi semacam itu bisa membantu masyarakat memahami bahwa investasi emas bukan sekadar tren, melainkan strategi lindung nilai yang berkelanjutan.
“Investasi logam mulia itu bukan untuk cepat kaya, tapi menjaga nilai kekayaan dari waktu ke waktu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









