Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD4.145 per Troy Ounce Pekan Depan Karena Ini

AKURAT.CO Harga emas dunia dan logam mulia atau LM ditaksir naik pekan depan lantaran sejumlah faktor.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk emas dunia yang pada penutupan pekan ini ditutup di level USD4.003 per troy ounce, pekan depan akan di kisaran level support USD3.863 per troy ounce dan resistance USD4.145 per troyounce.
Khusus di hari Senin, di kisaran USD3.935 hingga USD4.080 per troy ounce. Sementara hingga akhir November 2025 sendiri bisa di level resistance USD4.292 per troy ounce.
"Untuk LM yang kemarin diperdagangkan di Rp2,29 juta per gram, pekan depan akan ada di kisaran Rp2,2 juta hingga Rp2,4 juta per gram. Di Senin di kisaran Rp2,24 juta hingga Rp2,31 juta per gram. Ada kemungkinan sampai akhir November 2024 akan menembus Rp2,45 juta hingga Rp2,5 juta per gram," ujar Ibrahim, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga: Dipicu Utang AS hingga Konflik Timur Tengah, Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD3.261
Fluktuasi harga emas dunia dan LM ini didorong berbagai faktor. Untuk pelemahan harga, penyebabnya ada dua, pemangkasan FFR 25 bps yang kemungkinan besar akan kembali terjadi di Desember jika memang shutdown di AS dibuka dan penurunan tarif Trump untuk China 10% menjadi 40% yang memunculkan spekulasi bahwa perang dagang belum mereda.
"Di sisi perpolitikan AS sendiri, Partai Republik dan Demokrat pekan ini akan bertemu untuk membahas RUU Batas Atas Pendanaan. Makin lama Pemerintah Federal diliburkan atau shutdown, semakin naik utang AS. Sehingga perlu ada solusi jelas lewat RUU Pendanaan ini untuk setahun ke depan," ucap Ibrahim.
Sementara untuk penguatan harga emas dunia dan LM, setidaknya ada 4 faktor pendorong. Pertama, data ekonomi aktivitas PMI China yang turun signifikan, membuat Pemerintah China dan PBoC mempertimbangkan stimulus dan penurunan suku bunga.
"Hal ini tentunya akan membuat harga emas dunia dan turunannya, LM, naik," terangnya.
Faktor kedua, geopolitik di Timur Tengah dimana penyerangan Gaza oleh Israel masih terjadi dan Iran yang terus melakukan pengayaan uranium. Faktor ketiga, geopolitik di Eropa dimana Ukraina menyerang fasilitas pangkalan atau terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam.
"Ada kilang Tuapse yang khusus mengelola ekspor minyak Rusia ke China, Malaysia, Singapura dan Turki, ini terkena serangan sehingga produksi terhenti sehingga menyebabkan situasi kian memanas," kata Ibrahim.
Kemudian faktor keempat, ketegangan di Amerika Latin, dimana Trump mengunmumkan rencana serangan ke Venezuela. Meskipun kemudian rencana tersebut dimundurkan, tapi ini mengindikasikan kemungkinan perang akan bergolak mengingat Venezuela sendiri merupakan salah satu produsen minyak terbesar di Amerika Latin.
"Tensi geopolitik di Timteng, Eropa, AS dan Amerika Latin yang memanas ini akan membuat harga emas dunia dan LM berpotensi naik," tukas Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









