Pemerintah Genjot Proyek Strategis, Ratusan Sekolah Rakyat Dibangun September

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat pelaksanaan proyek-proyek prioritas nasional dengan dukungan stimulus senilai Rp10,8 triliun yang akan dikucurkan pada kuartal III 2025.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut percepatan ini menjadi bagian dari strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
"Belanja pemerintah akan semakin terakselerasi. Sebanyak 200 gedung sekolah rakyat akan mulai dibangun pada September," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Anggaran Kesehatan Tetap 5 Persen dalam APBN 2025
Proyek pembangunan sekolah rakyat merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang juga mencakup koperasi desa merah putih, makan bergizi gratis (MBG), dan pembangunan rumah rakyat melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Pemerintah menargetkan pembangunan 220 ribu unit rumah pada kuartal III dan 350 ribu unit hingga akhir 2025. Untuk mendukung itu, insentif PPN DTP untuk rumah di bawah Rp2 miliar tetap dilanjutkan.
Sementara dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp287,8 triliun hingga akhir tahun. Program ini diharapkan mendorong penguatan sektor informal dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan.
Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Deregulasi untuk Tarik Investasi Asing
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, fokus stimulus semester II juga diarahkan pada penguatan investasi dan sektor konstruksi.
“Program tiga juta rumah rakyat menjadi pendorong utama sektor properti dan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Untuk sektor pariwisata, pemerintah tengah menyiapkan insentif fiskal berupa diskon transportasi publik, PPN DTP untuk tiket pesawat, dan gelaran wisata nasional guna mendorong kunjungan wisatawan domestik menjelang akhir tahun.
Dengan ruang fiskal sebesar Rp2.121 triliun yang masih tersedia pada semester II, pemerintah optimistis dapat menjaga laju ekonomi dan memastikan program prioritas terserap optimal dalam waktu enam bulan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







