Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Gaet Investor Asing Berbagi Teknologi

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah baru kebijakan investasi asing Indonesia. Pemerintah hanya akan membuka ruang bagi investor yang siap melakukan transfer teknologi kepada industri dalam negeri.
“Pasti saya akan cari investor asing yang ada spillover atau mau transfer teknologinya,” ujar Purbaya dalam agenda KSSK di Jakarta, Senin (3/11).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa strategi ini dirancang agar investasi yang masuk tidak hanya membawa modal, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan baru yang bisa memperkuat daya saing nasional.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Masih Kuat di Tengah Bayang Risiko Global
Pemerintah akan tetap menjaga sektor-sektor yang telah memiliki teknologi kuat di dalam negeri agar tidak terlalu terbuka.
“Yang kita punya tidak perlu dibuka, tapi yang kita tidak punya teknologinya kita buka. Itu strategi kita ke depan,” tambahnya.
Langkah ini, menurut Purbaya, sejalan dengan ambisi pemerintah mempercepat transformasi ekonomi menuju basis produksi berteknologi tinggi.
"Dengan kolaborasi teknologi dari investor asing, sektor manufaktur dan energi dapat mampu bertumbuh lebih efisien dan bernilai tambah tinggi," paparnya kembali.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Likuiditas Rp200 Triliun Dorong Stabilitas Keuangan di Kuartal III
Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan daya tarik investasi. Ia memastikan regulasi ke depan akan memberikan kepastian bagi investor sekaligus melindungi kepentingan ekonomi domestik.
“Investasi tetap kita undang karena penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” ucapnya.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif fiskal dan perbaikan iklim usaha agar investor asing berorientasi jangka panjang. Kebijakan ini, menurut Purbaya, akan menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di atas 5,5% pada 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









