IHSG Diproyeksi Lanjut Turun, Tekanan Jual Masih Dominan

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (12/11/2025), setelah sebelumnya ditutup melemah 0,29% ke level 8.366,5 pada Selasa (11/11/2025). Analis menilai tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking) masih akan membatasi ruang penguatan indeks.
Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG sejalan dengan kondisi pasar yang sudah berada di area jenuh beli atau overbought. “Indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought, disertai peningkatan volume jual dan distribusi saham,” tulis tim riset Phintraco, Selasa (11/11/2025).
Sektor keuangan tercatat mengalami pelemahan paling signifikan, sementara sektor energi justru menjadi penopang dengan kinerja positif. Menurut Phintraco, pola pergerakan teknikal IHSG menunjukkan potensi penurunan lanjutan untuk menguji level 8.300 pada perdagangan hari ini.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Koreksi Ringan Usai Cetak Rekor Intraday
Dari sisi makroekonomi, nilai tukar rupiah turut melemah ke posisi Rp16.694 per USD, meski data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Penjualan ritel nasional naik 3,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada September 2025, meningkat dari 3,5% YoY pada Agustus. Kinerja positif ini menandai pertumbuhan penjualan ritel selama enam bulan berturut-turut.
Sementara itu, penjualan mobil di Oktober 2025 tercatat turun 4,4% YoY menjadi 74.019 unit. Meski demikian, penurunan ini melambat dibandingkan kontraksi 15,1% pada bulan sebelumnya, dan volumenya merupakan yang tertinggi sejak Desember 2024. Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang Januari–Oktober 2025 turun 10,6% YoY menjadi 635.844 unit.
Dari sisi global, investor akan mencermati rilis data harga grosir (Wholesale Prices) Jerman untuk Oktober 2025 yang diperkirakan naik 0,3% secara bulanan (month on month/MoM) dan 1,1% YoY. Selain itu, kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor produk Swiss sebesar 39% juga menjadi perhatian pasar.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham pilihan antara lain ERAA, GZCO, PGAS, ISAT, dan INDY. Namun, investor diimbau untuk tetap berhati-hati karena potensi koreksi teknikal IHSG dinilai masih terbuka.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 8.450, Saham ASII hingga ISAT Patut Dilirik
“Selama tekanan jual masih tinggi dan distribusi belum berbalik menjadi akumulasi, pasar cenderung bergerak terbatas. Investor disarankan menunggu sinyal konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat,” ujar Phintraco.
Dengan kombinasi tekanan eksternal dan aksi ambil untung, analis menilai pergerakan IHSG hari ini akan berada dalam kisaran 8.300–8.420.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








