IHSG Terkoreksi, Asing Akumulasi BRPT, BBRI hingga BREN

AKURAT.CO Investor asing kembali menunjukkan strategi selektif di pasar saham Indonesia. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (23/1/2026), asing justru mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy dengan nilai signifikan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor energi.
Pada penutupan perdagangan, IHSG turun 41,17 poin atau 0,46% ke level 8.951. Namun, data Stockbit menunjukkan total net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp 759 miliar, mencerminkan minat beli yang tetap kuat di tengah tekanan indeks.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp 128 miliar. Di posisi berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diborong asing sebesar Rp 125,1 miliar, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan net buy Rp 98,3 miliar.
Baca Juga: Teknikal Belum Kuat, IHSG Masih Rawan Koreksi
“Meski IHSG terkoreksi, arus dana asing justru masuk ke saham-saham tertentu yang dinilai memiliki fundamental dan prospek jangka menengah yang solid,” tulis data perdagangan Stockbit, dikutip Minggu (25/1/2026).
Selain BRPT dan BBRI, saham-saham sektor energi dan komoditas juga terlihat dominan dalam daftar pembelian asing. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat net buy Rp 76,7 miliar, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 72,8 miliar. Selanjutnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dibeli asing Rp 72,2 miliar dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 70 miliar.
Minat asing juga menyasar saham energi terbarukan dan migas. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat net buy Rp45,6 miliar, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp43 miliar, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar Rp40,1 miliar.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong ramai. Total nilai transaksi mencapai Rp31,8 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 60,5 miliar saham dan frekuensi transaksi 3,2 juta kali. Dari sisi pergerakan, sebanyak 200 saham menguat, 521 saham melemah, dan 237 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas, Analis Sarankan Buy on Weakness
Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi IHSG belum tentu mencerminkan pelemahan minat investor asing secara menyeluruh. Aksi akumulasi yang dilakukan asing pada saham-saham tertentu mengindikasikan adanya optimisme selektif terhadap prospek emiten dan sektor yang dinilai tetap menarik di tengah dinamika pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









