Insentif Pajak Rp563 Triliun Tak Dipangkas, Menkeu Purbaya: Buat Jaga Laju Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah memastikan tidak akan memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan dalam APBN 2026 telah menembus Rp 563,6 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan tersebut masih krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Belanja perpajakan atau tax expenditure 2026 tercatat meningkat dibanding realisasi 2025 sebesar Rp 530,3 triliun. Kenaikan ini mencerminkan konsistensi pemerintah menjadikan instrumen fiskal sebagai penopang utama aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: IHSG Akan Naik, Ekonomi RI Bisa Dekati 6 Persen
“Dari Rp 300 triliun, Rp 400 triliun, Rp 500 triliun, dari waktu-waktu naik terus memang untuk saat ini belum akan kita kurangi, kita biarkan seperti sekarang sampai ekonominya betul-betul kuat pertumbuhannya,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, insentif pajak masih berperan sebagai bantalan ekonomi, terutama setelah periode tekanan berat yang terjadi pada 2025. Pemerintah menilai, pengurangan insentif pada fase pemulihan justru berisiko menahan laju ekspansi usaha dan konsumsi.
Purbaya menegaskan, efektivitas belanja perpajakan semakin terasa bila dikombinasikan dengan stimulus lain, termasuk dukungan likuiditas ke sistem keuangan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Penunjukan Pjs Dirut BEI Urusan Internal Bursa
“Yang jelas kita lihat adalah efektif belanja perpajakan tadi ditambah dengan stimulus-stimulus yang lain, ditambah dengan tambahan injeksi likuiditas ke sistem perekonomian sudah bisa membalik arah perekonomian kita,” katanya.
Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi pada 2025 sempat berada dalam tekanan sangat berat, bahkan mendekati situasi krisis. Indikasinya terlihat dari gejolak sosial dan aksi unjuk rasa besar pada Agustus tahun lalu.
“Kalau tidak kita perbaiki maka kita bisa mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah,” ujarnya.
Dengan strategi mempertahankan belanja perpajakan, pemerintah berharap pemulihan ekonomi yang mulai terbentuk dapat terus berlanjut dan menguat dalam jangka menengah, sebelum kebijakan insentif dievaluasi kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









