Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Tangani Gempa NTT

AKURAT.CO Pemerintah memastikan kebutuhan pembiayaan untuk penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dipenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Kementerian Keuangan menyebut anggaran tanggap darurat yang telah disiapkan pemerintah menjadi sumber pembiayaan awal untuk merespons bencana.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kesiapan tersebut dalam rapat Satuan Tugas Penanggulangan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI yang membahas penanganan gempa NTT, Minggu (16/8).
"Buat anggota DPR semuanya yang ada di sana, sama semua yang rapat pada malam hari ini, Menteri Keuangan siap membantu kebutuhan pembiayaan di sana (NTT)," kata Purbaya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen hingga Agustus 2026
Purbaya menjelaskan, pemerintah memiliki mekanisme pembiayaan bencana yang dapat digunakan secara bertahap. Pada tahap awal, penanganan dilakukan menggunakan anggaran yang tersedia pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut Purbaya, anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan bencana mencapai sekitar Rp5 triliun. Namun, ia tidak memastikan seluruh dana tersebut masih tersedia karena sebagian kemungkinan telah digunakan untuk penanganan bencana sebelumnya.
"Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup," ujar Purbaya.
Pemerintah sebelumnya juga telah menyebut adanya anggaran bencana sekitar Rp5 triliun yang disiapkan setiap tahun. Anggaran tersebut menjadi salah satu bantalan fiskal untuk merespons kebutuhan tanggap darurat tanpa harus menunggu perubahan anggaran terlebih dahulu.
Purbaya menegaskan pemerintah memiliki dana yang bersifat siaga atau on call untuk mendukung penanganan bencana. Jika kebutuhan penanganan melebihi anggaran awal yang tersedia, pemerintah akan menyesuaikan dukungan pembiayaan.
"Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus, Pak," katanya.
"Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by," lanjut Purbaya.
Baca Juga: Kejar Pajak Rp2.591 Triliun, Menkeu Purbaya Siapkan 3 Strategi
Skema tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan bencana tidak hanya mengandalkan satu pos anggaran. Kebutuhan awal ditangani melalui anggaran yang tersedia, sementara kebutuhan lanjutan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan tahapan penanganan.
Pemerintah juga perlu memastikan setiap tambahan pembiayaan tetap mengikuti mekanisme penganggaran yang berlaku. Hal ini penting karena kebutuhan bencana dapat berkembang dari sekadar respons kedaruratan menjadi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dengan mekanisme tersebut, Kementerian Keuangan memastikan dukungan fiskal dapat mengikuti kebutuhan penanganan gempa di NTT. Besaran pembiayaan selanjutnya akan bergantung pada hasil pendataan kerusakan dan kebutuhan pemerintah di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







