Saat Inflasi Naik, Mengapa Pengelolaan Kekayaan Jadi Penting?

AKURAT.CO Kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan di tengah perubahan kondisi global.
Namun, kenaikan inflasi dan perubahan preferensi masyarakat terhadap instrumen investasi membuat pengelolaan kekayaan menjadi perhatian, terutama bagi individu dan keluarga yang memiliki aset dalam jumlah besar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Secara semester I 2026, ekonomi tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, inflasi tahunan Juli 2026 tercatat 2,88 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2,37% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, inflasi inti masih tercatat 2,76%. Secara bulanan, Indonesia justru mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026.
Baca Juga: Permata Bank 2026: Strategi untuk Tumbuh Berkualitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Perubahan tersebut menjadi salah satu konteks yang diangkat Permata Bank melalui penyelenggaraan Wealth Wisdom 2026. Memasuki tahun ke-12, program tersebut mengangkat tema "Finding Balance, Building Resilience" dengan semangat "Growing Together Through Changes".
Rangkaian Wealth Wisdom 2026 berlangsung di tujuh kota, yakni Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta, pada 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026.
Direktur Consumer dan Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga mengatakan pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dikelola sesuai kebutuhan individu, keluarga, bisnis, hingga generasi berikutnya.
"Kekayaan bukan hanya tentang seberapa besar aset bertambah, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat," kata Eddie melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Menurut dia, kebutuhan pengelolaan finansial nasabah berkembang seiring perjalanan hidup. Pengelolaan keuangan personal dapat berkembang menjadi pengelolaan keuangan keluarga, kemudian berkaitan dengan bisnis dan pada akhirnya menjadi bagian dari warisan yang diteruskan kepada generasi berikutnya.
Dalam Wealth Wisdom 2026, Permata Bank membagi pendekatan pengelolaan kekayaan ke dalam enam pilar, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
Dengan pendekatan tersebut, pembahasan tidak hanya diarahkan pada investasi, tetapi juga perencanaan warisan, kesehatan, hubungan keluarga, kontribusi sosial, serta tujuan hidup.
Baca Juga: Laba Permata Bank Naik 16,6%, Kredit Tumbuh Terbatas 2,8 Persen
Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir dalam rangkaian tersebut adalah investor saham Lo Kheng Hong. Ia menekankan pentingnya memahami aset sebelum menempatkan dana.
"Investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman, bukan sekadar ikut arus," kata Lo Kheng Hong.
Ia menilai investor perlu memiliki kesabaran dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan perubahan tren pasar dalam jangka pendek.
Perubahan kondisi ekonomi juga membuat keputusan investasi membutuhkan pertimbangan terhadap tujuan dan profil masing-masing investor. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif tidak berarti seluruh instrumen investasi memberikan hasil yang sama, terlebih ketika kondisi global memengaruhi harga berbagai aset.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang sejumlah komponen domestik. BPS mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran yang tumbuh paling tinggi pada triwulan II 2026, yakni 15,97 persen yoy. Dari sisi produksi, sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh paling tinggi sebesar 10,81 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kekayaan berlangsung di tengah ekonomi yang tetap tumbuh, tetapi menghadapi dinamika harga dan pasar.
Karena itu, literasi mengenai pengelolaan aset tidak hanya berkaitan dengan pilihan produk investasi. Perencanaan keuangan juga mencakup kemampuan menjaga aset, mengelola risiko, memenuhi kebutuhan keluarga, serta mempersiapkan pengalihan kekayaan kepada generasi berikutnya.
Permata Bank juga memasukkan perspektif lintas generasi dalam Wealth Wisdom 2026. Salah satunya melalui program Next Gen Trip to Shanghai 2026 bagi putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15-25 tahun yang memenuhi ketentuan program.
Peserta dijadwalkan mendapatkan pengalaman edukasi melalui kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi'an Jiaotong-Liverpool University. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Alibaba Company dan Bangkok Bank di Shanghai serta mengikuti sesi berbagi kepemimpinan.
Selain edukasi, Permata Bank memperkenalkan Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan transaksi investasi berbasis hybrid yang menggabungkan pendampingan Relationship Manager dengan otorisasi digital oleh nasabah.
Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi atas produk bank, termasuk produk investasi, secara digital dengan tetap memperoleh pendampingan dari Relationship Manager.
Rangkaian Wealth Wisdom 2026 dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 21 Agustus, Makassar 10 September, Bali 15 September, Medan 23 September, Bandung 30 September, Surabaya 7 Oktober, dan Jakarta 22 Oktober 2026.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga dan perubahan kondisi harga serta pasar, pengelolaan kekayaan menjadi tidak hanya soal menambah aset.
Perencanaan, diversifikasi, pengelolaan risiko, dan kesiapan menghadapi kebutuhan lintas generasi menjadi bagian dari strategi menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









