Bencana Melanda, Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Digenjot

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini rangkaian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi secara signifikan pada kuartal III dan IV 2026.
Purbaya mengatakan dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi tetap ada. Namun, pemerintah menilai gangguan tersebut masih dapat dikelola sehingga tidak sampai mengubah arah pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
"Aman, dari anggaran tidak ada masalah. Dari ekonomi harusnya ada gangguan sedikit tapi tidak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Purbaya Ogah Tax Amnesty, Penerimaan Pajak Digenjot Lewat Collection
Keyakinan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Erupsi tersebut telah menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah serta mengganggu aktivitas penerbangan.
Berdasarkan laporan BNPB, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau mulai teramati pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB.
Sebaran abu vulkanik kemudian berdampak terhadap operasional sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung dan Budiarto Curug.
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II
Optimisme pemerintah terhadap perekonomian tidak terlepas dari kinerja ekonomi yang masih tumbuh kuat hingga semester I-2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy). Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 3,73% dibandingkan kuartal I-2026.
Dengan demikian, ekonomi Indonesia sepanjang semester I-2026 tumbuh 5,45% secara kumulatif.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi salah satu komponen dengan pertumbuhan tertinggi. Pengeluaran konsumsi pemerintah pada kuartal II-2026 tumbuh 15,97% secara tahunan.
Baca Juga: SAL Diperpanjang hingga Juli 2027, Purbaya Bidik Kredit Tembus 20 Persen
Kinerja tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah untuk tetap mendorong aktivitas ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
"Masih (sesuai target), malah kita genjot triwulan ketiga dan keempat ini," kata Purbaya.
Meski pemerintah optimistis, dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi tetap perlu diperhitungkan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau, misalnya, telah mengganggu transportasi udara akibat sebaran abu vulkanik. BNPB mencatat empat bandara sempat ditutup sementara pada Minggu (6/9), yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung dan Budiarto Curug.
Gangguan transportasi dapat mempengaruhi mobilitas masyarakat dan distribusi barang apabila berlangsung dalam waktu panjang.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan skala gangguan penerbangan cukup besar.
Reuters melaporkan pada Senin (7/9) bahwa tujuh bandara di Indonesia terdampak penutupan akibat abu vulkanik, dengan lebih dari 270.000 penumpang dan sekitar 2.300 penerbangan terdampak.
Namun, pemerintah belum melihat kondisi tersebut sebagai gangguan yang akan secara signifikan menekan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta Jadi Salah Satu Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Jakarta menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Padahal, Jakarta memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional. BPS mencatat ekonomi Jakarta pada kuartal II-2026 tumbuh 5,52% yoy.
Struktur ekonomi Jakarta juga masih didominasi perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 18,24%. Sementara konsumsi rumah tangga menyumbang 63,24% dari sisi pengeluaran.
Karena itu, apabila gangguan aktivitas akibat abu vulkanik berlangsung berkepanjangan, efeknya berpotensi terasa melalui mobilitas masyarakat, perdagangan, transportasi dan konsumsi.
Meski demikian, sejauh ini pemerintah masih melihat dampaknya dapat dikelola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








