Masih Dibayangi Tekanan, IHSG Bakal Uji Ketahanan di Level 6.460-6.500

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali mendapat tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026).
Setelah anjlok 1,33% ke level 6.589,30 pada perdagangan Kamis (10/9/2026), IHSG kini menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak mentah, pelemahan rupiah, hingga kebijakan suku bunga bank sentral global.
Pada perdagangan Kamis, IHSG sebenarnya sempat menguat hingga level 6.712. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan. IHSG akhirnya turun 88,86 poin atau 1,33% ke posisi 6.589,30.
Baca Juga: IHSG Ditaksir Sideways di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global
Tekanan pasar saham terjadi ketika mayoritas indeks bursa Asia melemah. Di saat yang sama, harga minyak mentah Brent kembali bergerak di atas USD102 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian investor karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi global. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.
Phintraco Sekuritas menilai sentimen negatif tersebut turut membayangi pergerakan IHSG. "Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5 dan MA10, sedangkan indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat (11/9/2026).
Secara teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji level moving average (MA) 20 di sekitar 6.525. Jika level tersebut ditembus ke bawah, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 6.460-6.500.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level MA20 di 6.525. Jika break dari level tersebut, berpeluang menguji level support selanjutnya di 6.460 hingga 6.500," jelas Phintraco Sekuritas.
Tekanan terhadap IHSG juga datang dari pasar valuta asing. Rupiah pada perdagangan Kamis ditutup melemah sekitar 0,2% ke level Rp17.547 per USD di pasar spot.
Pelemahan rupiah tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak. Bagi Indonesia, pergerakan harga minyak menjadi salah satu perhatian karena dapat memengaruhi asumsi fiskal dan kebutuhan anggaran energi.
=====
Di pasar global, investor juga harus menghadapi perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) pada Kamis menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,5%.
Kebijakan tersebut diambil ketika inflasi kawasan euro kembali mendapat tekanan dari kenaikan harga energi.
Harga minyak Brent juga terus menjadi perhatian pasar. Pada perdagangan Kamis, Brent sempat berada di sekitar USD101-USD102 per barel, sementara eskalasi konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Perkembangan tersebut membuat investor pasar saham Indonesia perlu mencermati tidak hanya faktor domestik, tetapi juga perkembangan pasar global.
Senada, Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.505 hingga 6.584. Di sisi lain, area penguatan IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.737 hingga 6.837.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa ruang gerak IHSG masih akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan indeks bertahan di area support setelah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.
Di tengah kondisi pasar yang volatil, MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah pilihan saham untuk strategi trading pada perdagangan Jumat.
Saham yang masuk rekomendasi MNC Sekuritas antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA/CDIA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Pergerakan saham-saham tersebut tetap perlu dicermati bersama perkembangan IHSG secara keseluruhan karena sentimen global, khususnya harga minyak, nilai tukar rupiah, serta arah suku bunga bank sentral utama, masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi minat investor.
Dengan demikian, perdagangan Jumat (11/9/2026) menjadi penting bagi IHSG untuk melihat apakah indeks mampu bertahan di atas area support atau justru melanjutkan koreksi menuju level 6.500.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









