IHSG Dibuka Memerah 0,13 Persen di Tengah Sentimen Harga Minyak Global dan Suku Bunga AS

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (14/9/2026) di zona merah.
Tekanan datang ketika pasar keuangan global menghadapi dua risiko sekaligus, yakni lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 09.00 WIB turun 0,13% atau 8,77 poin ke level 6.532,61. Indeks sebelumnya dibuka di level 6.533,87, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) di 6.541,38.
Baca Juga: Masih Dibayangi Tekanan, IHSG Bakal Uji Ketahanan di Level 6.460-6.500
Pada awal perdagangan, sebanyak 249 saham tercatat menguat, 143 saham melemah, sedangkan 571 saham lainnya belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp248,4 miliar dengan volume perdagangan sekitar 361,7 juta saham dalam 44.110 kali transaksi.
Tekanan terhadap IHSG terjadi ketika pasar global kembali mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi.
Serangan terbaru terhadap fasilitas minyak Saudi Arabia dan gangguan jalur pelayaran di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan minyak dunia.
Dikutip dari Reuters, harga minyak pun kembali melonjak. Data perdagangan terbaru menunjukkan harga minyak Brent sempat naik lebih dari 2% pada Senin dan berada di sekitar USD107,51 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar USD102,32 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah pipa minyak East-West milik Saudi Arabia mengalami gangguan akibat serangan. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting yang memungkinkan pengiriman minyak Saudi menuju Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz.
Gangguan pada pipa tersebut berpotensi memengaruhi hingga sekitar 4% pasokan minyak global apabila tidak segera dipulihkan.
Kondisi itu menambah risiko terhadap pasar energi dunia yang sebelumnya sudah menghadapi gangguan pasokan akibat konflik dan gangguan pelayaran di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









