Dana Infrastruktur Daerah Menyusut, Ini yang Disorot DPD di RAPBN 2027

AKURAT.CO Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 membawa persoalan lain bagi pemerintah daerah.
Di tengah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang dirancang Rp735 triliun, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti perubahan komposisi anggaran, terutama penurunan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
DPD mencatat alokasi DAK Fisik direncanakan sekitar Rp5 triliun pada 2027. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Rp50,89 triliun pada 2024.
Penurunan tersebut menjadi perhatian karena DAK Fisik berkaitan dengan pembiayaan pembangunan infrastruktur tertentu di daerah.
Baca Juga: Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027, Lapangan Kerja Baru hingga 3,49 Juta
Sementara itu, pemerintah dalam RAPBN 2027 mengalokasikan TKD secara keseluruhan sebesar Rp735 triliun. Angka tersebut terdiri atas Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp415 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp63,36 triliun, DAK Rp159,44 triliun, serta Dana Desa Rp77 triliun.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan memperhatikan pertimbangan DPD dalam pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR.
“Pertimbangan-pertimbangan yang disampaikan akan menjadi masukan yang sangat-sangat kami perhatikan dan menjadi bagian dari pembicaraan dengan DPR RI,” kata Suahasil seusai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD RI, Rabu (16/9/2026).
Pertimbangan DPD tersebut disusun melalui pembahasan dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan. Sejumlah isu yang dihimpun mencakup transfer ke daerah, pembangunan infrastruktur, Dana Desa, dan kapasitas fiskal daerah.
Baca Juga: Purbaya: RAPBN 2027 Perkuat Pertumbuhan dan Kesejahteraan
Bagi DPD, persoalannya bukan hanya berapa besar dana yang ditransfer pemerintah pusat, melainkan apakah struktur anggaran tersebut cukup memberikan ruang bagi daerah untuk membiayai kebutuhan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









