Bloomberg Perkirakan Bitcoin Bisa Anjlok ke USD10.000, Begini Tanggapan Tokocrypto
AKURAT.CO Harga Bitcoin yang masih berada di kisaran US$77.000-an tiba-tiba dihadapkan pada skenario penurunan ekstrem hingga US$10.000. Angka tersebut mencuat dari analisis Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence Mike McGlone, tetapi CEO Tokocrypto Calvin Kizana melihat situasinya dari sudut berbeda dengan menyoroti sejumlah level support Bitcoin yang masih bertahan.
Calvin juga menegaskan Tokocrypto tidak mengambil posisi bahwa analisis McGlone benar ataupun salah. Menurutnya, analisis pasar dapat menggunakan berbagai instrumen dan indikator sehingga setiap pihak bisa memiliki level harga yang berbeda.
"Kalau misalnya Mas tanya saya, 'Mungkin nggak Bitcoin turun ke US$10.000?' Bisa, bisa saja. Cuma apakah akan benar-benar terjadi?" kata Calvin dalam acara Tokocrypto Media Gathering Anniversary di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Pernyataan tersebut memberikan konteks berbeda terhadap skenario yang disampaikan Bloomberg Intelligence. Jika McGlone menempatkan US$10.000 sebagai kemungkinan dalam kondisi pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan besar, Calvin justru melihat level support yang lebih dekat sebagai area penting untuk diperhatikan.
Secara khusus, Calvin menyebut US$70.000-an sebagai support yang cukup kuat. Ia juga melihat area US$58.000–US$59.000 sebagai support berikutnya apabila tekanan terhadap Bitcoin berlanjut.
Dalam pandangan Calvin, kemungkinan Bitcoin mencapai US$10.000 tetap terbuka jika melihatnya semata-mata dari kemungkinan pergerakan harga. Akan tetapi, kemungkinan tersebut berbeda dengan kesimpulan bahwa Bitcoin memang akan mencapai level tersebut.
Perbedaan antara dua hal itu penting karena US$10.000 bukan target harga yang diberikan Calvin. Sebaliknya, ia menilai struktur harga Bitcoin saat ini masih memiliki beberapa area support yang dapat menjadi perhatian sebelum membicarakan skenario penurunan ekstrem.
"Saya melihat ada support yang cukup kuat di level saat ini, di sekitar US$70.000-an," ujar Calvin.
Baca Juga: Indonesia Punya Jutaan Pengguna Kripto, Tapi Kenapa Belum Jadi Pusat Kripto Global?
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia, Tokocrypto Resmi Bergabung ke ICEX Group
Artinya, perhatian Calvin saat ini berada pada bagaimana Bitcoin merespons area harga yang lebih dekat dengan posisi pasar, bukan langsung melompat pada skenario US$10.000.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








