OJK Dorong Dana Pensiun Jadi Investor Jangka Panjang

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri dana pensiun tidak hanya memperluas perlindungan finansial masyarakat pada masa tua, tetapi juga memperbesar perannya sebagai investor institusional jangka panjang.
Dorongan tersebut muncul seiring dengan pertumbuhan aset industri dana pensiun yang telah mencapai Rp1.699,99 triliun hingga Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 6,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
OJK menilai dana pensiun memiliki posisi strategis karena karakteristik dananya yang berjangka panjang. Dana yang dihimpun dari peserta dapat dikelola sebagai investasi sekaligus menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang bagi perekonomian.
Baca Juga: OJK: Replacement Ratio Dana Pensiun Indonesia Baru 15-20 Persen
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, pengembangan industri dana pensiun perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
“Terkait dengan kolaborasi, tentunya pengembangan dan pendalaman pasar industri dana pensiun tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi,” ujar Ogi dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurut Ogi, dana pensiun memiliki dua fungsi utama. Pertama, memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat ketika memasuki masa pensiun. Kedua, menjadi investor institusional jangka panjang yang dapat mendukung pendalaman pasar keuangan dan perekonomian nasional.
Karena itu, OJK melihat perluasan kepesertaan dana pensiun tidak hanya berdampak terhadap perlindungan hari tua, tetapi juga terhadap kapasitas penghimpunan dana jangka panjang.
Baca Juga: OJK: Inovasi Keuangan Digital Harus Berdampak ke Ekonomi Riil
“Jadi dengan lebih banyak peserta, dengan lebih besar kontribusi dan akses yang lebih luas, kita berharap dana pensiun memberikan sebuah pool uang jangka panjang yang lebih besar dan stabil,” kata Ogi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









