Wanita Pariaman Nekat Bunuh Diri Karena Diminta Rp1,5 M Oleh Keluarga Pria, Ini Makna Uang Japuik Atau Beli Lelaki Dalam Pernikahan Minang

AKURAT.CO – Seorang wanita asal Pariaman bernama Shintia Indah Permatasari dikabarkan nekat mengakhiri hidupnya di sebuah Hotel di Padang lantaran diduga keluarga sang pria meminta uang jemputan senilai Rp1,5 Miliar.
Sang calon suami sendiri diketahui bernama Hadi Zulkarnain, yang turut diduga ayahnya mengintimidasi calon menantunya Shintia Indah Permatasari tersebut dengan menagih uang jemputan Rp1,5 Miliar.
Meski konon terjadi nego hingga Rp500 Juta, Tetap saja hal itu tidak membuat mendiang Shintia Indah Permatasari mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Baca Juga: Menikah Dengan Orang Palestina Asli, Ini Sosok Istri Muhammad Husein
"Mengenai uang japuik 500jt? Awalnya bapaknya minta uang japuik 1,5 M kepada keluarga kami," kata keluarga Shintia, dikutip via TikTok @kaolinjewelry1.
"Setelah nego, akhirnya deal di 500 jt. TAPI biaya alek FULL DARI KELUARGA KAMI & semua vendor itu keluarga beliau yang menentukan," lanjutnya.
Keluarga almarhumah menyebut, Shintia Indah Permatasari terus mendapatkan tekanan dari orang tua Hadi Zulkarnain.
"Intinya, almarhum tidak direstui karena bukan berasal dari orang kaya seperti mereka," ujarnya.
"Selama ini alm sabar selalu disudutkan, dibanding-bandingkan, dan banyak pressure dari keluarga mereka," ujar keluarga almarhumah dalam pesan tersebut.
Baca Juga: Anggi Marito Resmi Menikah, Lepas Status Lajang Di Usia 21 Tahun
Lantas Sebenarnya seperti apa Tradisi Uang Jemputan itu?
Dikutip dari AkuratJateng, Demikian juga dengan adat di Padang Pariaman Sumatera Barat, dalam tradisi pernikahan.
Jika di Bugis Makassar ada uang Panai, maka Padang-Pariaman ada uang Panjapuik.
Uang panjapuik atau japuik adalah sebuah tradisi pernikahan yang berasal dari daerah Padang Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia.
Kata Uang Japuik tersendiri bisa disebut ‘Membeli Pria’ adalah sebuah budaya pernikahan di mana lelaki pada masyarakat pariaman harus “dibeli”.
Dapat dilihat bahwa masyarakat suku Minang atau Padang-Pariaman sangat berpengan pada budaya atau tradisi leluhur mereka.
Baca Juga: Ganjar Berbagi Pengalaman Majukan Desa Wisata Ke Wali Kota, Camat Dan Kades Pariaman
Sebagai pedoman untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dalam berbagai aspek, teramasuk Pernikahan dengan adanya adat Uang Japuik yang mempunyai arti tersendiri.
Budaya pernikahan di masyarakat Pariaman yang masih berlaku hingga saat ini ialah ketika ingin menikah, pihak Wanita membeli pria atau penyebutan dalam bahasa minang ialah Uang Japuik atau dibeli.
Walaupun begitu adat ini tidak bisa dikatakan negatif karena dalam masyarakat minang posisi suami merupakan pendatang atau ketika menikah suami akan tinggal dirumah keluarga Istri dahulu sebelum mempunyai rumah sendiri.
Oleh karena itu, diwujudkan ke dalam bentuk proses uang japuik bajapuik / dibeli dalam pernikahan.
Baca Juga: Susu Formula Babelac Produk Mana? Fatwa MUI Haram Beli Produk Pro Israel
Dalam tradisi ini, calon pengantin perempuan memberikan sejumlah uang, emas, atau barang-barang lainnya kepada pihak calon pengantin laki-laki sebagai tanda keseriusan dalam hubungan mereka
Tradisi Uang Japuik ini mengandung makna saling menghargai antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki, dihargai dalam bentuk Uang Japuik.
Besaran uang panjapuik juga berbeda beda, tergantung kesepakatan kedua pihak.
Namun umumnya, uang panjapuik akan semakin tinggi, dengan mempertimbangkan beberapa hal.
Baca Juga: 7 Artis Indonesia Dengan Bayaran Termahal, Sekali Tampil Bisa Beli Mobil Kontan
Misalnya berdasarkan pendidikan atau karir atau jabatan.
Semakin tinggi pendidikan atau karier yang dimiliki calon pengantin pria, maka semakin tinggi pula uang panjapuik yang diminta.
Namun aturan ini tidak berlaku secara absolut.
Umumnya, kedua pihak calon mempelai akan saling menghormati dengan meminta uang panjapuik semampunya dari calon mempelai wanita.
Namun terdapat keanehan dalam kasus tersebut, pasalnya budaya tersebut hanya terjadi jika kedua pasangan adalah berasal dari Pariaman.
Sementara diketahui fakta belakangan bahwa calon pria berasal dari Pesisir Selatan buka dari Pariaman, Sumatera Barat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







